| Kamis, 16 Agustus 2007 | NASIONAL |
Dua ABK Disambut Isak Tangis KeluargaISAK tangis suka cita mengiringi kedatangan Slamet Mugiono (38) dan Dalari (30) di kampung halamannya Desa Klidanglor, Kecamatan Batang, Rabu pukul 20.30. Kedua nelayan itu merupakan korban selamat dari musibah tenggelamnya KM Perintis Barokah I di perairan Selat Karimata, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Secara bergantian istri, anak, orang tua, dan keluarga menyalami serta memeluk keduanya erat-erat. Keluarga korban lain ABK yang nasibnya belum diketahui, juga mengikutinya. Slamet Mugiono dan Dalari diterbangkan dari Pulau Belitung ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batavia Air, Selasa lalu. Selanjutnya di Bandara Soekarno Hatta dijemput keluarga dan Dinas Perikanan dan Kelautan Batang. ''Alhamdullilah akhirnya kami bisa berkumpul kembali dengan keluarga. Semoga teman-teman yang belum ditemukan diberi keselamatan oleh Allah,'' ujar Slamet. Dia mengisahkan, peristiwa nahas itu terjadi Sabtu (10/8) sekitar pukul 00.00. Saat itu di perairan Selat Karimata terjadi ombak besar. Dia terbangun karena merasa kapalnya miring. Begitu mata dibuka ternyata air sudah masuk di kapal. Dia segera membangunkan Dalari yang saat itu tidur di luar kapal. Sedangkan 11 teman lainnya tidur di bagian dalam. ''Selanjutnya kami berdua dengan menggunakan ember membuang air yang masuk ke kapal. Saat itu gelombang semakin tinggi.'' Sebentar-sebentar kapal dihantam gelombang. Sampai akhirnya terjadi peristiwa yang tidak diduga sebelumnya. ''Saya ingat saat itu sekitar pukul 03.00 posisi kapal sudah miring. Tiba-tiba datang gelombang tinggi yang langsung menghantam kapal, lampu pun padam. Semua penumbang terlempar dan kapal ternyata tenggelam,'' ungkapnya. Dalam kegelapan malam dan terjangan ombak tinggi, Dalari meraih tangan rekannya, Wawan. Namun ternyata lepas dan tidak bertemu kembali. Sebaliknya dia justru dipertemukan dengan Slamet. Sampai akhirnya dia ditemukan oleh nelayan Kampung Baru, Arif B (42), di sebelah barat Pulau Serutu. Saat itu dia terkatung-katung di atas tutup palka (ruang penyimpanan ikan). Selanjutnya dibawa ke RSUD di Manggar. ''Saya berterima kasih kepada Pak Arif yang telah menyelamatkan nyawa kami berdua. Serta jajaran petugas di Pemerintah Kabupaten Belitung Timur yang telah membantu perawatan sampai kepulangan ke Batang,'' ujar Slamet. (Arif Suryoto-46) |