logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 16 Agustus 2007 NASIONAL
Line

China Larang Impor Biskuit Indonesia

BEIJING - Badan pengendali mutu China melarang impor biskuit yang diproduksi PT Arnott Indonesia. Alasannya, biskuit buatan PT Arnott itu mengandung kadar alumunium yang terlalu tinggi.

Beijing mengeluarkan embargo itu setelah jutaan produk-produknya ditarik dari peredaran oleh Amerika Serikat. PT Arnott Indonesia adalah cabang usaha dari perusahaan makanan Amerika Campbell Soup Company.

Beberapa waktu lalu, distributor Amerika Serikat Mattel Inc menarik jutaan produk mainan buatan perusahaan China dari peredaran di seluruh dunia. Produk-produk China lainnya yang dilarang beredar oleh Amerika adalah makanan hewan piaraan, pasta gigi, dan ban mobil.

Badan Pengawasan, Inspeksi, dan Karantina Kualitas China menyatakan bahwa sekitar 1,6 ton biskuit dari Indonesia mengandung kadar alumunium tiga kali lebih banyak daripada ketentuan standar. Biskuit beraneka rasa itu dipasarkan untuk segmen anak-anak.

''Badan Pengawas telah melaporkan hal ini kepada pihak Indonesia dan meminta agar dilakukan langkah-langkah yang tepat terkait masalah ini,'' demikian pernyataan badan pengendali mutu China.

Jika dikonsumsi dalam waktu yang lama, makanan berkadar alumunium tinggi dapat merusak sistem saraf dan membuat orang jadi pelupa. Staf kantor Campbell Soup di Shanghai dan Hong Kong menyatakan, pejabat divisi kualitas produk belum mau berkomentar mengenai masalah itu.

Awal bulan ini, China melarang impor ikan dari Indonesia lantaran banyak mengandung logam berat, seperti kadmium dan merkuri. Beijing juga menyatakan bahwa sisa obat-obatan juga ditemukan pada ikan-ikan yang berasal dari Indonesia.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA