| Kamis, 16 Agustus 2007 | SEMARANG |
Wilayah Argomulyo Kekeringan
ARGOMULYO- Sejumlah wilayah di Kecamatan Argomulyo terancam kekurangan air bersih akibat kekeringan. Antara lain Kelurahan Randuacir, Kelurahan Kumpulrejo, dan Kelurahan Noborejo. Camat Argomulyo Dra Siti Nur Solikhah mengatakan, untuk mengatasi kekurangan air bersih pihak kecamatan mendata daerah yang mengalami kekeringan. Selanjutnya daerah tersebut akan dipantau. ''Jika memang sumur-sumur warga telah mengering, kami akan mengusulkan kepada Pemkot untuk mengedrop air bersih,'' kata Siti kepada wartawan, Rabu (15/8) pagi. Menurutnya, lokasi yang paling parah mengalami kekeringan terutama di Kelurahan Randuacir dan Kelurahan Kumpulrejo. Sedangkan dukuh yang paling parah adalah Dukuh Ngronggo, karena 40% wilayah itu selalu kekeringan. Setiap Tahun Berdasarkan catatan, setiap tahun warga kelurahan tersebut kekurangan air bersih, karena sumur mereka mulai mengering. Warga terpaksa mencari sumber air yang masih memiliki persediaan air. Dari data Kantor BPS Salatiga, Kelurahan Randuacir dan Kumpulrejo sudah tidak lagi memiliki lahan sawah, karena kondisi daerah itu sangat kekurangan air. Lahan pertanian umumnya ditanami palawija. Siti mengungkapkan, pihaknya berharap sejumlah sumur artesis yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) di beberapa kelurahan dapat segera difungsikan. Kecamatan juga telah berkoordinasi dengan DPU untuk menyelesaikan masalah itu. Kepala DPU Ir H Saryono menjelaskan, DPU tetap mengupayakan segera berfungsinya air bersih di wilayah itu. Yakni, dengan menyediakan mesin diesel sebagai penggerak pompa air, karena listrik di wilayah tersebut tidak kuat. Sementara itu, Sarwono SE, anggota DPRD yang bertempat tinggal di Kelurahan Randuacir mengungkapkan, masalah air bersih di wilayah itu sudah sangat mendesak. Sebab, warga selalu kekurangan air saat musim kemarau dan. ''Kami perlu perencanaan matang untuk membangun sumur artesis agar benar-benar dapat dimanfaatkan warga. Tidak seperti sekarang ini,'' tuturnya. (H2-37) |