logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 16 Agustus 2007 SEMARANG
Line

Kualitas Jalan Meningkat, Kerapian Turun

  • Pantauan Dalbang dan Kimpraswil

DEMAK- Kualitas bangunan jalan dengan konstruksi beton bertulang yang dikerjakan tahun 2007 masih lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Pasalnya, pasir yang digunakan lebih baik daripada tahun sebelumnya, sehingga kekuatan beton lebih bagus.

''Tahun lalu pasir yang dipakai kualitasnya kurang baik. Saat itu memang ada larangan mengambil pasir dari Muntilan, Magelang, karena status Gunung Merapi siaga. Padahal, pasir Muntilan mempunyai kualitas baik dibandingkan dengan pasir dari sungai daerah lain,'' kata Kabag Pengendalian Pembangunan Setda Demak Ir Joko Sutanto didampingi Kasubdin Sarana dan Prasarana Ir Listyo Marsono, ketika memantau sejumlah proyek pembangunan jalan beton di Dempet, Kebonagung, Mrangen, dan Guntur, kemarin. Pantuan dilakukan bersama sejumlah pejabat Kimpraswil dan Bagian Dalbang.

Tidak Lurus

Meski dari aspek kualitas lebih baik, mereka melihat kerapian garapan menurun. Setidaknya hal itu terlihat dari cara pembuatan garis permukaan jalan yang kurang rapi. Seperti jalan beton di Tlogosih-Dempet, pengerjaan garis muka jalan tidak lurus, sehingga mengesankan kurang rapi.

''Secara keseluruhan kualitas tahun ini memang lebih baik. Artinya, ada peningkatan mutu. Namun, sebagian kerapiannya menurun. Padahal, kerapian cukup penting karena penilaian masyarakat terkadang dihitung dari pandangan mata atas kerapian bangunan,'' katanya.

Dia mengakui, khusus untuk pembangunan jalan beton bertulang di sepanjang Buyaran hingga Pamongan Guntur mendapat perhatian lebih.

Sebab, ada beberapa ruas yang dikerjakan kurang sesuai dengan dokumen kerja.

''Kami memang meminta rekanan penggarap menghentikan sementara, karena ada kejanggalan. Namun, setelah diperingatkan proses pengerjaannya kembali baik.''

Joko Sutanto menambahkan, belum lama ini pihaknya mengirim surat kepada Kimpraswil supaya memperingatkan rekanan, agar mengerjakan proyek sesuai dengan kontrak kerja.

Kasubsin Sarana dan Prasarana Ir Listyo Marsono menambahkan, pihaknya akan bersikap tegas dalam pengerjaan proyek jalan dengan konstruksi beton bertulang.

Apabila ditemukan ada rekanan yang menyimpang seperti ukuran besi tidak sesuai atau kualitas beton tidak seperti yang disyaratkan, maka rekanan harus membongkar ulang. ''Kesalahan seperti itu dikategorikan berat,'' tegasnya.

Untuk mengetahui kualitas, semua rekanan diwajibkan memberikan laporan hasil laboratorium mengenai kualitas beton garapannya.

Mengenai pengairan pada jalan, dia mengimbau kepada para kontraktor agar tidak menyepelekan. Sebab, pembasahan beton memengaruhi kepadatan dan kekuatan. (H1-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA