| Kamis, 16 Agustus 2007 | SEMARANG |
Rp 1,2 Juta Ditukar Potongan KertasSEMARANG - Kejahatan terhadap penumpang kereta api (KA) kian beragam. Selain pencopetan dan penodongan, juga gendam. Seperti dialami Sri Intiartine (30), warga Desa Pauh Tengah, Kecamatan Pauh, Sarolangun, Jambi, Rabu (15/8). Dia menjadi korban gendam saat naik kereta rel diesel (KRD) ''Feeder'' jurusan Semarang - Bojonegoro. Akibatnya, uangnya Rp 1,2 juta digondol pelaku. Kejadian tersebut dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsekta Semarang Utara. Di hadapan petugas korban mengungkapkan, dia hendak pergi ke Purwodadi untuk menjenguk anaknya. ''Saya berangkat dari Jambi seminggu lalu naik bus hingga Stasiun Poncol. Selanjutnya saya membeli tiket. Di kereta, seorang pria mendatangi dan duduk di sebelah saya,'' tutur Sri. Pria itu kemudian mengenalkan diri. Selang beberapa saat, korban meminum air mineral yang diletakkan di sebelahnya. Namun, diduga botol air minum mineral itu telah ditukar botol mineral milik pelaku. ''Setelah minum air, saya seperti selalu menuruti perintahnya. Entah kenapa, saya menurut saja pada pria misterius itu,'' kata korban. Meminta Tas Kemudian pria itu meminta tas dan seluruh isinya. Uang sebesar Rp 1,2 juta yang diletakkan di dalam dompet diambil dan diganti amplop berisi potongan kertas. ''Saya melihat pria itu mengambil seluruh uang dalam dompet dan tiket kereta. Namun saya tidak bisa mencegah maupun berteriak minta tolong,'' tambah Sri. Di Stasiun Tawang, pria itu mengajaknya turun dari kereta. Korban kemudian diajak menyusuri sejumlah jalan selama lebih kurang lima belas menit. Setelah itu, Sri ditinggalkan di Kawasan Pasar Johar. Petugas patroli Polsekta Semarang Utara yang melintas di tempat tersebut kemudian menyarankan korban untuk melaporkan ke Polsek setempat.(H40, D12-18) |