| Kamis, 16 Agustus 2007 | SEMARANG |
Rp 2,5 M untuk Warga Miskin
SEMARANG - Pemkot tahun ini menganggarkan dana miliaran rupiah untuk memberantas kemiskinan. Alokasi itu sepaket dengan Program Pengentasan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) yang dilakukan sejak 2006 dengan perincian Rp 2 miliar pada 2006, Rp 2,5 miliar pada 2007, dan 3 miliar tahun depan. ''Bantuan itu meliputi operasional untuk tiap RT/RW se-Kota Semarang Rp 20. 000 per bulan dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Rp 1 juta per tahun. Keduanya sudah berlangsung sejak 2005,'' papar Wakil Wali Kota Mahfudz Ali, melalui Kabid Perencanaan Pembangunan II Bappeda Kota Harryanto Rochadi saat tim misi supervisi yang terdiri atas perwakilan Bappenas, Depdagri, Departemen Keuangan, Bank Dunia, dan KMP (Konsultan Manajemen Pusat) P2KP meninjau pelaksanaan P2KP di Pemkot, Selasa (14/8). Makanan Tambahan Di samping itu, lanjut dia, bantuan untuk pemberian makanan tambahan anak sekolah (PMTAS) sekitar Rp 1.250 tiap pemberian dengan target siswa/siswi SD/MI di daerah rawan miskin sebanyak 4.000 anak yang tersebar di 16 kecamatan. Juga, pemberian fasilitasi permodalan usaha mikro kecil menengah (UMKM) Rp 2,5 juta untuk setiap kelurahan. Mahfudz juga menjelaskan, pelaksanaan P2KP di Kota Semarang telah diluncurkan sejak 1999. Jumlah bantuan langsung pada masyarakat (BLM) mencapai Rp 16 miliar. Dana itu disalurkan pada 57 kelurahan. ''Pada 2003, BLM yang disalurkan lebih dari Rp 9 miliar,'' jelas dia. Dia menambahkan, pihaknya mendukung penuh program tersebut dan berharap P2KP ke depan dapat berjalan berkesinambungan dengan instansi terkait sehingga program itu tepat sasaran. Hadir perwakilan dari Bagian Ekonomi, Pemerintahan Kelurahan, Sosial, Bappeda, Dinas Tata Kota Kota dan Pemukiman (DTKP), DPU, Dinas Kesehatan Kota (DKK), Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kimtaru Jateng, dan instansi Pemprov lainnya. (H12,H9-62) |