logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 16 Agustus 2007 EKONOMI
Line

Rendah, Ketersediaan Telepon Rumah

SEMARANG-Ketersediaan Satuan Sambungan Telepon (SST) tetap atau telepon rumah di Indonesia masih tergolong sangat rendah. Saat ini SST baru mencapai 6,7 juta dengan perbandingan penduduk sekitar 210 juta jiwa. Dari angka tersebut berarti hanya 3 SST untuk per 100 penduduk atau dapat dihitung penetrasinya hanya 3 persen.

Demikian diungkapkan Dekan Fakultas Hukum (FH) Undip Dr Arief Hidayat SH MS saat menjadi keynote speaker dalam senimar "Persaingan Bisnis Telekomunikasi" di gedung Pascasarjana Undip Semarang, kemarin. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh FH Undip.

Menurutnya, negara seperti Singapura yang pertumbuhan ekonominya relatif tinggi penetrasinya sudah mencapai 58 persen dan Malaysia 30 persen. "Hal itu menunjukkan sebagian besar masyarakat Indonesia belum terjangkau fasilitas telekomunikasi," katanya.

Hal itulah yang membuat penjualan telepon seluler meningkat dalam waktu singkat. Penggunanya juga sudah melebihi pemakai telepon rumah. Apalagi, telepon seluler mampu menyuguhkan kemajuan teknologi lebih baik dari segi suara maupun data.

Pangsa Seluler

Dr Martinus Udin Silalahi SH LLM, peneliti Departemen Ekonomi CSIS Jakarta menyatakan saat ini telepon seluler sudah menjadi kebutuhan hampir semua orang. Dari tahun ke tahun data pertumbuhan pelanggan seluler menunjukkan angka yang signifikan. "Tak heran ada banyak perusahaan telekomunikasi yang melirik pangsa di Indonesia," katanya.

PT Telkom dan anak perusahaan, yakni PT Telkomsel tetap menjadi pemimpin pasar dalam bisnis tersebut. Hingga September 2006, pelanggan Telkom dan Telkomsel telah mencapai 41.483.530 atau meraih pangsa pasar hingga 61,80 persen. Dari jumlah pelanggan itu, 29.987.000 disumbang oleh Telkomsel. Posisi kedua diraih Indosat dengan pelanggan sejumlah 14.890.274 atau mampu meraih pangsa pasar 22,18 persen. (H23-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA