| Kamis, 16 Agustus 2007 | EKONOMI |
Bank Jateng Raih Annual Report AwardJAKARTA-Bank Jateng kembali berhasil meraih penghargaan bergengsi "Annual Report Award" (ARA) sebagai juara 2 katagori BUMN Keuangan Non Listed. Sebelumnya "Banknya Wong Jateng" ini juga mendapat predikat sebagai Bank Terbaik 2006 untuk katagori Bank Pembangunan Daerah versi Majalah Investor. Bank ini juga mendapat penghargaan juara pertama dari BSMR (Badan Sertifikasi Manajemen Risiko) untuk katagori bank yang beraset Rp 1 triliun sampai Rp 10 triliun. Dengan penghargaan ini, berarti Bank Jateng dinilai sangat peduli dalam menerapkan manajemen risiko di seluruh jajarannya. Apalagi bank ini telah mengirim peserta ujian terbanyak dan terlengkap datanya dalam mengikuti ujian sertifikasi manajemen risiko level 1 sampai 3 dengan tingkat kelulusan cukup tinggi. Semua penghargaan itu, tentu tak lepas dari pengaruh sosok Hariyono sebagai Dirut Bank Jateng, yang 10 Agustus lalu di Hotel Patrajasa, memperoleh penghargaan sebagai salah satu tokoh berprestasi tahun 2007 versi Komunitas Wartawan Provinsi Jateng. Sementara itu, penghargaan laporan keuangan terbaik juga diberikan pada 18 perusahaan, terdiri atas Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan perusahaan private. Penghargaan ini, menurut Dirut Bank Jateng Hariyono, karena bank ini dinilai telah menerapkan manajemen risiko dengan baik. "Kami juga telah mengikuti sertifikasi risiko. Artinya, Bank Jateng peduli dengan pengendalian risiko dalam menjalankan operasional dan telah berhasil meningkatkan performance," katanya. Dia menambahkan, Bank Jateng juga dinilai telah mampu menerapkan prinsip good corporate governance (GCG). Di antaranya, telah memberikan informasi kepada publik (fairness), akuntabilitas dan responsibility. Penganugerahan award itu digelar Departemen Keuangan melalui Badan Penanaman Modal-Lembaga Keuangan (Bappepam-LK) dan Direktorat Jenderal Pajak bekerja sama dengan kementerian BUMN, Bank Indonesia, Bursa Efek Jakarta, Komite Nasional Kebijakan Governance, dan Ikatan Akuntansi Indonesia. 169 Perusahaan Ketua Bappepam-LK yang juga sebagai ketua panitia ARA 2006, Fuad Rahmany mengatakan, acara yang sudah kali keenam digelar itu diikuti 169 perusahaan, atau meningkat 60 persen dibanding penyelenggaraan ARA 2005. "Untuk tahun ini, penekanannya lebih kepada aspek penerapan GCG oleh perusahaan tersebut. Acara ini juga bertujuan meningkatkan penerapan prinsip-prinsip transparansi di sektor dunia usaha, baik BUMN/BUMD yang tercatat dan tidak tercatat maupun perusahaan private yang tercatat dan tidak tercatat di bursa efek," jelasnya. Dewan juri yang diketuai Mar'ie Muhammad itu memutuskan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk sebagai juara umum. Sedangkan 18 perusahaan lain menduduki peringkat satu dan dua, di antaranya PT Bank Mandiri sebagai BUMN Keuangan yang listed di peringkat I, PT BNI 1946 sebagai BUMN Keuangan yang listed di peringkat dua, dan PT Bank Jateng sebagai BUMN keuangan non-listed di peringkat dua. Kemudian Bank NISP sebagai peringkat dua katagori Private Keuangan - Listed. Kriteria yang digunakan sebagai penilaian oleh dewan juri, di antaranya analisa dan pembahasan atas kinerja manajemen dengan porsi 25 persen, GCG 30 persen, dan Informasi keuangan 20 persen, serta hasil wawancara dengan manajemen. (J10-33) |