logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Agustus 2007 SALA
Line

Harga Tanah di Pengging Makin Mahal

  • Diincar untuk Tempat Usaha

BOYOLALI - Meskipun hanya kota kecamatan, Pengging di Kecamatan Banyudono, Boyolali, cukup ramai. Perkembangan ekonominya pesat, sehingga banyak orang pindah dan menetap di sana. Buntutnya, harga tanah pun makin mahal.

Harga tanah di sepanjang jalan raya Pengging sekarang bahkan lebih mahal daripada tanah di pinggir jalan raya Kartasura-Boyolali yang berkisar antara Rp 300.000 dan Rp Rp 400.000 per meter persegi.

Harga tanah di sepanjang jalan raya Pengging minimal sudah Rp 500.000 per meter persegi. Bila pemilik tahan harga, harga jualnya lebih tinggi. ''Ya, harga tanah di sini sudah mahal, Mas,'' ujar Sentot, seorang warga.

Warga perumahan Ngaru-aru Indah tersebut mencontohkan, harga rumah tipe 36 yang ditempatinya sejak tiga tahun lalu, hanya Rp 24 juta saat akad kredit.

Kini, harganya meningkat hampir dua kali lipat. Ada sebuah rumah milik tetangganya yang baru saja dijual seharga Rp 47 juta. Padahal, kondisi rumah itu masih standar. ''Kalau sudah direhab, harganya pasti lebih mahal.'' Titik (40), warga Desa Ngaru-aru, mengatakan orang tuanya memiliki sebidang sawah di pinggir jalan raya Pengging. Sawah tersebut setahun lalu dijual Rp 250 juta.

Uang hasil penjualan dibelikan sawah yang jauh dari kawasan Pengging dan dapat dua bidang sawah. Sekarang, harga sebidang sawah di sana sudah Rp 400 juta lebih. ''Itu pun tidak persis di pinggir jalan raya,'' katanya.

Peluang

Melonjaknya harga tanah di Pengging dipicu oleh berkembangnya perekonomian masyarakat. Orang pun melirik tanah-tanah yang letaknya strategis untuk pengembangan usaha. Kondisi semacam itu ditangkap sebagai peluang untuk mendapatkan uang banyak oleh orang-orang yang jeli. Mereka menyewakan tanah kosong milik mereka di pinggir jalan raya.

''Lumayan Mas, daripada tanah dibiarkan kosong. Saya menyewakan tanah saya Rp 1,5 juta/tahun,''timpal Atmo (57), warga yang lain.

Camat Banyudono H Setyo Wibowo mengatakan, tingginya harga tanah di Pengging disebabkan oleh makin berkembangnya pusat kegiatan ekonomi di kota kecamatan itu.

Apalagi, setelah Pengging direvitalisasi dengan biaya miliaran rupiah, beberapa waktu lalu. Kota itu pun semakin menantang sebagai lokasi untuk investasi.

''Kalau punya uang, investasi yang aman ya membeli tanah. Sebab, harga tanah pasti makin tinggi dari tahun ke tahun. Namun, kami berharap pemilik tanah memanfaatkan tanahnya untuk kegiatan ekonomi,'' pintanya. (G10-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA