logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Agustus 2007 SALA
Line

Perumahan Marak, Lahan Subur Terancam Habis

  • Tinggal 15.000 Hektare

KARANGANYAR - Makin berkurangnya lahan persawahan akibat desakan proyek permukiman sangat meresahkan. Jika tidak diantisipasi sejak dini, dikhawatirkan lahan pertanian habis. Karena itu Dinas Pertanian mengusulkan agar sekitar 15.000 hektare sawah di Karanganyar dijadikan lahan lestari.

''Kami khawatir lahan subur makin habis. Jika sawah habis, maka produksi padi secara otomatis juga menipis. Kalau sudah habis, kita mau bagaimana? Apa mungkin seluruh kebutuhan padi harus impor ,'' kata Supramnaryo, Kasubdin Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Karanganyar, kemarin.

Dia mengatakan beberapa lahan persawahan yang subur di Colomadu, Tasikmadu, dan juga di Karangpandan maupun Karanganyar Kota mulai dirambah untuk kebutuhan pengadaan permukiman.

Sampai Juni lalu, data yang ada di Dinas Pertanian menyebutkan, lahan sawah yang ada tinggal 40.753,4 hektare. Itu terbagi lahan irigasi teknis 7.506,9 hektare, sawah irigasi setengah teknis 7.750,4 hektare, sawah irigasi sederhana 5.939 hektare, dan sawah tadah hujan 1.555,5 hektare.(an-67)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA