| Rabu, 15 Agustus 2007 | SALA |
Ratusan Korban Gempa Duduki Pemkab
KLATEN- Ratusan korban gempa dari delapan kecamatan yang tergabung dalam Gabungan Masyarakat Korban Gempa (GMKG), Selasa (14/8), mendatangi Pemkab Klaten. Mereka menagih janji Pemkab yang beberapa bulan sebelumnya sanggup memperjuangkan nasib mereka agar menjadi penerima dana rehabilitasi dan rekonstruksi (RR). Namun, sampai kemarin belum ada kejelasan, padahal dana RR III sudah hampir cair di beberapa daerah. ''Sejak Juni lalu, kami mengajukan usulan dan disanggupi Pemkab. Namun nyatanya selama dua bulan belum ada kejelasan nasib jadi kami ingin mempertanyakan,'' ujar Rohiman, salah seorang peserta aksi. Sesampai di halaman Pemkab, warga bernegosiasi alot dengan aparat keamanan. Warga akhirnya diizinkan menggelar orasi di halaman Pemkab. Rohiman mengatakan, sampai saat ini sekitar 7.000 lebih korban gempa yang belum mendapat dana RR. Bulan Juni lalu, data mereka sudah diajukan ke gubenur. Namun, kenyataannya sampai lewat dua bulan tidak ada kepastian. Itu sangat mengecewakan di saat warga lainnya akan menerima dana RR ta- hap III yang mencapai Rp 10.187.000. GMKG memberikan batas waktu sampai September kepada Pemkab untuk memberi kepastian. Jika tidak, maka GMKG mengancam akan maju sendiri ke provinsi dan ke pemerintah pusat. Bingung Koordinator GMKG, Agus Setyoko mengatakan, warga selama dua bulan bingung. Alasan Pemkab jika dana itu berasal dari pemerintah pusat, menurut dia, bukan jawaban menggembirakan. GMKG terdiri atas warga dari 16 desa dengan anggota 700 orang. Aksi memanas karena permintaan bertemu bupati gagal. Warga hanya ditemui Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Bambang Agoestiono di ruang C1. Dia mengatakan, usulan bulan Juni, baik dari GMKG atau hasil verifikasi sudah disampaikan ke gubenur. Tidak hanya melalui surat, setiap ada kesempatan dia mendesak pemerintah agar mempertimbangkan warga yang belum menerima. (H34-42) |