| Rabu, 15 Agustus 2007 | SALA |
Solo Gelar Festival Musik Etnik InternasionalSOLO-Kota Surakarta menjadi ajang pergelaran akbar musik etnik internasional pada 1-5 September mendatang. Sejumlah pemusik dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara akan hadir dalam perhelatan bertajuk Solo International Ethnic Music (Festival & Conference) dengan mengambil tempat di Benteng Vasternburg, kawasan Jalan Sudirman. Pada acara tersebut, menurut panitia, Yasudah, selain digelar beragam musik etnik yang berkembang di daerah-daerah di tanah air juga musik etnik dari pemusik luar negeri. ''Kegiatan SIEM merupakan upaya membangun citra Kota Solo dan menjadi bagian dari strategi city branding,'' ujarnya ketika dihubungi di sekretariat Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Surakarta, kemarin. Menurutnya, pergelaran tersebut berusaha memosisikan keberadaan musik etnik di tengah dinamika kebudayaan. Sekaligus membangun kualitas apresiasi masyarakat pada musik itu dan mempererat relasi antara suku, ras dan kebudayaan antarbangsa,'' lanjutnya. Menyoal tempat berlangsungnya acara itu di Benteng Vasternburg, Yasudah menyebutkan benteng itu merupakan salah satu heritage(warisan) yang tersisa di Solo. Keberadaannya di tengah kota memiliki atmosfir sesuai konsep artistik SIEM. Benteng Vasternburg sendiri merupakan peninggalan Belanda. Didirikan pada 1745 oleh Gubernur Baron Van Imhof sebagai pertahanan Jawa Tengah. Hal itu berkaitan dengan kedudukan rumah Gubernur Belanda, tidak jauh dari benteng yang sekarang menjadi Balai Kota Surakarta. Sejumlah agenda kegiatan telah dibuat untuk memeriahkan berlangsungnya perhelatan akbar itu. Selain festival musik etnik tradisional, mewakili tradisi daerah atau hasil kebudayaan, juga musik etnik kontemporer dan etnik intertainment. Pada acara itu juga digelar pameran instrumen etnik berupa alat musik, partitur, CD, VCD sekaligus pemutaran video musik etnik dunia. Pameran berlangsung di Pendapa Balai Kota mulai 1 September. (sri-67) |