| Rabu, 15 Agustus 2007 | NASIONAL |
Delapan Orang Diperiksa Polisi
SEMARANG- Delapan orang diperiksa polisi terkait dengan anjloknya KA Gumarang di Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu, Grobogan, Minggu (12/8) malam. Kedelapan orang itu diperiksa statusnya sebagai saksi. Mereka adalah warga sekitar yang dianggap bisa memberikan keterangan meski tidak melihat kejadian dan petugas kereta api (KA) dari juru kontrol jalur rel. "Saat ini sudah delapan orang saksi dari warga sekitar dan petugas KA yang kita mintai keterangan. Namun, dari sekian itu, belum ada saksi yang melihat seseorang atau lebih berada di TKP sesaat sebelum kejadian. Sebab TKP-nya di area persawahan yang jauh dari permukiman penduduk," kata Kapolda Jateng Irjen Dody Sumantyawan, Selasa (14/8). Kapolda enggan memberikan keterangan terperinci. "Yang pasti belum ada pihak-pihak yang dicuriga sebagai pelakunya. Penyidikan juga belum mengarah kepada seseorang. Kami masih menunggu hasil penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan bukti, dan olah TKP," tandasnya. Dari hasil olah TKP dan penyidikan sementara, ditemukan unsur kesengajaan di balik kasus itu. Dari fakta di lapangan, ditemukan rel yang dipotong dengan gergaji. Polisi juga menemukan baut pandroll yang sudah dilepas di sekitar lokasi. Bahkan, ada sebagian yang dimasukkan ke dalam karung. "Apakah memang ditinggal begitu saja atau mau dibawa ke mana, Bisa saja, sebelum rel dibawa pelaku, keburu ada kereta lewat atau datang patroli yang mengecek. Kita akan ungkap itu. Tunggu saja perkembangan penyelidikan," kata Kapolda. Unsur Kesengajaan Mengenai motif di balik kasus itu,Kapolda belum berani memastikan ada unsur sabotase. "Saya tidak bilang ini sabotase meski memang ada unsur kesengajaan. Perlu cari fakta-fakta untuk unsur-unsur perundang-undangan yang masuk pidana." Termasuk mencari kepastian latar belakang pelaku melakukan pemotongan rel, apakah sengaja ingin mencelakakan atau pencurian besi untuk dijual. "Nanti dilihat dari fakta-fakta di lapangan dan kita kaitkan dengan hasil olah TKP. Kalau motif pastinya belum bisa diketahui, karena pelakunya saja belum tertangkap," ujarnya. Kapolda mengatakan tidak menutup kemungkinan adanya usaha penjarahan barang-barang milik penumpang ketika gerbong KA terguling. "Kemungkinan itu bisa saja, kita tidak membatahnya. Tapi kejadian kemarin, kan tidak ada laporan korban yang merasa dijarah. Kita juga tidak menemukan ada orang yang menunggu setelah kecelakaan terjadi," ungkap Kapolda. Kendati belum memastikan ada unsur sabotase, Kapolda mengakui pemotongan rel KA tersebut merupakan modus baru dan tergolong nekat. Dari sekian jumlah kecelakaan KA selama tahun 2006 hingga 2007, lanjutnya, baru kali ini yang diakibatkan perbuatan kesengajaan dengan memotong rel. "Selama ini yang terjadi adalah pencurian dengan pemberatan. Mei 2006, kepolisian setempat pernah menerima laporan kehilangan rel sambungan dengan cara dipotong," kata Kapolda. (H21,D12,H40-77) |