| Rabu, 15 Agustus 2007 | MURIA |
Belajar Saling Menolong di PerkemahanANAK-anak itu mulai merasakan benar suasana panas yang melingkupi tenda-tenda mereka. Bergantian mereka mengambil air dan menyiramkan ke atap tenda untuk mengurangi hawa panas. Sedangkan beberapa kawan lain yang kecapekan, terlihat tidur pulas tanpa mempedulikan panasnya sengatan matahari. Itulah sekelumit suasana tolong menolong yang terlihat dari perkemahan ranting pramuka Kecamatan Kaliwungu, Selasa (14/8), di lapangan Kedungdowo, Kaliwungu. 115 Tenda Sejak Senin, para pelajar dari 46 SD dan 18 MI se-Kecamatan Kaliwungu menggelar perkemahan dalam rangka Hari Pramuka Ke-46. "Total tenda yang didirikan 58 untuk putri dan 57 putra," kata Ketua Ranting Khusairi. Tenda-tenda tersebut didirikan dengan lajur persegi mengelilingi lapangan Karangdowo. "Bagian tengah lapangan digunakan untuk kegiatan," imbuhnya. Perkemahan itu diisi dengan berbagai kegiatan, seperti lomba pengetahuan pramuka, lomba poster, lomba balon rintang, dan pentas seni. Menurut Khusairi, kegiatan seperti itu dapat melatih kedisiplinan dan kemandirian anak karena pada usia SD anak lebih mudah diberi pelajaran positif. Dengan perkemahan, para siswa dapat melakukan pekerjaan di luar kebiasaannya saat di rumah. Meski masih ditunggu guru, anak-anak usia SD itu dituntut dapat mandiri dan tolong menolong. Misalnya, saja menata sepatu, merapikan tenda, dan menyiapkan makanan. Satu-satunya sarana yang belum ada di Lapangan Kedungdowo adalah MCK. Karena keterbatasan itu, peserta perkemahan terpaksa harus menumpang di rumah warga sekitar. Tahun ini, tim pramuka ranting Kaliwungu ditunjuk sebagai wakil Kudus untuk penerima estafet kelapa. "Kami menerima estafet kelapa dari Jepara," terang Khusairi.(Sony Wibisono-76) |