logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Agustus 2007 MURIA
Line

Sambut Dandangan dengan Kuda-kudaan

  • Oleh Ruli Aditio

WALAUPUN tradisi Dandangan masih sekitar sebulan lagi, namun bagi Yono (35) pria asal Malang, Jawa Timur itu, sejak tiga hari lalu sudah menggelar dagangannya di Jalan Bakalan Krapyak Kudus. Pasalnya, tradisi tersebut diharapkan bisa memberi berkah baginya. Ia menyambut Dandangan dengan berjualan mainan kuda - kudaan yang terbuat dari kayu sengon.

Sebelum di Kudus, Yono membuka dagangannya di daerah Muntilan. Mengingat akan mendekati tradisi Dandangan di bulan September ini, ia memindahkan dagangannya di Kudus. Selain untuk berjualan, lapaknya di Jalan Bakalan Krapyak yang baru ditempati tiga hari itu sekaligus dijadikan sebagai bengkel untuk membuat mainan kuda-kudaan.

Dengan bekal cat, dempul, kertas ampelas, kuas, yang dibawanya dari Malang, ia berkreasi memberikan warna - warna unik layaknya seniman jalanan. "Cara membuatnya, satu per satu kayu yang sudah dibentuk dirakit, kemudian dilem dan dipaku supaya kuat. Setelah itu, didempul dan diampelas terus dicat dan dikeringkan," katanya sambil memeragakan cara membuatnya.

Harga yang dipatok tidak terlalu mahal untuk sebuah. Kuda - kudaan ukuran kecil hingga yang paling besar dijual Rp 50.000 - Rp 150.000. "Harga itu masih sudah paling murah. Biasanya kalau di tempat lain, bisa lebih mahal," ujarnya sambil membersihkan beberapa mainan kuda - kudaan yang ia pajang di pinggir jalan itu.

Yono berencana menggelar dagangannya hingga bulan September atau pada saat tradisi Dandangan dimulai. Dia pun berharap tahun ini bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dibandingkan tahun lalu. (54)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA