logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 14 Agustus 2007 SALA
Line

Subosukowonosraten

17 Desa Rawan Longsor

KARANGANYAR - Sebanyak 17 desa di tujuh kecamatan Kabupaten Karanganyar dipetakan sebagai daerah rawan tanah longsor. Desa-desa itu kini masuk dalam pengawasan ekstra dari Kesbanglinmas, untuk diantisipasi.

''Kami terus melakukan pemantauan ekstra, sehingga diharapkan kalau sewaktu-waktu ada kejadian, bisa segera mungkin diberikan pertolongan. Kami juga menyiagakan para petugas, mulai dari Tramtib Kecamatan dan Kelurahan, Hansip/Linmas, Babinsa, dan petugas lain untuk siaga,'' kata Kepala Kesbanglinmas Suharno, kemarin.

Selain itu,25 desa lainnya yang tersebar di delapan kecamatan merupakan daerah rawan kekeringan. (an-67)

Kosmetik China Masih Beredar

SOLO-Ketika melakukan sidak di tiga distributor kosmetik dan alat-alat kecantikan, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta menemukan kosmetik asal China yang peredarannya dilarang di Indonesia. Tiga distributor yang sudah disidak adalah Toko Muda dan Agung di Pasar Gede serta Remaja di Loji Wetan.

Kendati tidak ditemukan di distributor itu, namun DKK meyakini kosmetik yang mengandung zat merkuri dan hidroquinon, serta tretinoin itu masih beredar dan diperjualbelikan di toko-toko dan swalayan.

''Tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan operasi setelah berkoordinasi,'' kata Siti Wahyuningsih, kepala DKK ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Siti mengaku, sebenarnya pantauan terhadap produk-produk makanan maupun kosmetik yang dinilai membahayakan dan dilarang sudah rutin dilakukan oleh DKK. Namun untuk melakukan razia harus ada pijakan, seperti surat edaran dari BPOM. (G8-67)

Desak Realisasi Pendidikan Gratis

WONOGIRI - Eksekutif dianggap tidak inovatif dalam merancang dan menyusun program pembangunan. ''Jangan yang itu-itu saja. Mestinya lebih inovatif dan kreatif,'' tegas Ketua Komisi A DPRD Wonogiri Muhamad Zainudin SSos MHum, Senin (13/8).

Dia menegaskan hal itu saat memberikan masukan pada rapat koordinasi pengendalian operasional pembangunan (Rakor-Pop) yang digelar eksekutif di pendapa rumah dinas bupati.

Zainudin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI-P Wonogiri, mendesak eksekutif agar segera merancang program untuk merealisasikan pendidikan gratis .

''Kami berharap, sebelum ayam berkokok menyambut datangnya fajar pertama tahun 2008, dapat diberlakukan pelayanan pendidikan secara gratis,'' ujarnya.(P27-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA