| Selasa, 14 Agustus 2007 | PANTURA |
Kampung Batik Dialihkan ke Kota PekalonganPEKALONGAN - Rencana pencanangan Kampung Batik oleh Wapres Jusuf Kalla di Kemplong, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan akhirnya dibatalkan setelah Pemkab Pekalongan menyatakan belum siap. Sebagai gantinya, panitia Pekan Batik Internasional (PBI) 2007 memilih Kauman, Kota Pekalongan. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Pekalongan, Slamet Prihantono, kemarin. Slamet menjelaskan, rencana pencanangan Kampung Batik (lokasi di Kauman menurut rencana ditulis dengan ejaan lama, Kampoeng Batik-Red) itu merupakan rangkaian kegiatan PBI 1-5 September. Karena batik tidak bisa dipisahkan antara Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, maka panitia menunjuk Kemplong menjadi lokasi Kampung Batik. Toh, batik Pekalongan sebagian besar diproduksi oleh dua daerah itu. Karena Kabupaten Pekalongan menyatakan tidak siap, akhirnya panitia memindahkannya ke Kauman, Kota Pekalongan. Pertimbangannya, kebanyakan warga Kauman selama ini dikenal sebagai pembatik. Selama puluhan tahun, usaha batik di wilayah itu tetap eksis. Lurah Kauman, Sudirman menjelaskan, di wilayahnya ada 57 perajin/pengusaha batik. Dari jumlah itu, 13 di antaranya pengusaha kelas menengah ke atas. Untuk persiapan pencanangan, pihaknya sudah membentuk Paguyuban Kampoeng Batik Kauman Kota Pekalongan (PKBKP). Bahkan untuk persiapan menyulap daerahnya menjadi daerah batik, ia mengaku sudah mengusulkan dana Rp 600 juta ke Pemkot.(A15-65) |