logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 14 Agustus 2007 KEDU & DIY
Line

MALIOBORO

Terbentuk YPW di DIY

YOGYAKARTA - Dalam rangka mengontrol kinerja jajaran kepolisian di Provinsi DIY, kalangan masyarakat dan wartawan Yogyakarta membentuk Yogya Police Watch (YPW). Untuk pertama kali setelah dibentuk di kantor LBH Yogyakarta, Jumat lalu (10/8), lembaga tersebut dipimpin Kusno Setyo Utomo dari unsur wartawan.

Pada rapat pembentukan yang dipimpin Direktur LBH M Irsyad Thamrin SH MHum, terungkap perlu segera membentuk lembaga pengawas berkait dengan kinerja jajaran kepolisian setempat. Khususnya berkait pelaksanaan operasi penertiban oleh jajaran Satlantas yang dianggap tidak memenuhi ketentuan yang ada.

Adapun dari sisi lainnya, lembaga yang dipimpinnya juga akan mengkritisi tugas-tugas penegakan hukum di bidang lain seperti penanganan kasus korupsi. Dalam melaksanakan tugasnya, Kusno yang juga wartawan Radar Jogja akan dibantu tiga ketua bidang/divisi. Sejumlah perseorangan ataupun lembaga telah menyatakan bergabung dengan lembaga itu. Pembentukan YPW sudah diberitahukan ke Mabes Polri. (P58-70)

Pendampingan KKN SMEDC

BANTUL - Mahasiswa KKN Small and Medium Enterprises Development Centre (SMEDC) UGM unit percepatan pemulihan (PPM) UKM tetap akan melakukan pendampingan dalam rangka pemulihan ekonomi korban gempa di Kabupaten Bantul, DIY. Jadi bukan berarti dengan berakhirnya Bantul Expo 2007 lalu kegiatan pendampingan berhenti.

Hal itu dikatakan Koordinator Humas KKN SMEDC UGM unit 76, M Iqbal Wahyuasdi, kemarin (13/8). Selama kegiatan Bantul Expo 2007, 1-11 Agustus lalu, keberadaan stan mahasiswa tersebut telah banyak dikunjungi masyarakat pelaku UKM. Mengingat keterbatasan waktu tidak semua pengunjung terlayani oleh panitia.

Karena itu, lanjut dia, mahasiswa Unit 76 KKN UGM akan terjun langsung ke lapangan melakukan pendampingan pada masyarakat khususnya di Bantul. Seperti dilaporkan Ketua Panitia Bantul Expo 2007, BE Sunarto, selama kegiatan tersebut telah terjalin transaksi langsung senilai Rp 10,2 miliar dan transaksi tidak langsung Rp 8 miliar. (P58-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA