logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 14 Agustus 2007 INTERNASIONAL
Line

Talib Bebaskan Dua Sandera Wanita

GHAZNI - Gerilyawan Talib Senin kemarin membebaskan dua orang sandera wanita Korea Selatan yang sakit parah. Pembebasan itu menjadi babak penting dalam krisis penyanderaan yang sudah berlangsung tiga pekan itu. Kedua sandera diserahkan ke Palang Merah semalam.

Situasi penyanderaan dan negosiasi untuk pembebasan para penyandera makin kritis setelah gerilyawan Talib membunuh dua orang sandera perempuan dua pekan lalu.

Saksi mata menuturkan, kedua wanita itu tiba di Desa Arzoo, dekat Kota Ghazni, dengan menumpang sebuah mobil yang dikendarai dua orang tetua suku Afghan. "Kami lihat mereka naik mobil Palang Merah," kata seorang warga. "Mereka bisa berjalan dan tampaknya sehat. Tetapi, mereka terlihat sangat gundah dan terus menangis."

Palang Merah Internasional telah menyerahkan kedua sandera itu kepada pejabat Korea Selatan di Kabul. "Selaku penengah netral, petugas Palang Merah telah menjemput mereka dan kemudian menyerahkan mereka kepada pejabat Afghan," kata juru bicara Palang Merah Jean Pascal Moret.

Iktikad Baik

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan membenarkan pembebasan dua sandera itu.

Juru bicara Talib mengatakan, dewan pemimpin Talib pimpinan Mullah Mohammad Omar telah memutuskan untuk membebaskan dua sandera itu. Pembebasan itu sebagai ungkapan iktikad baik Talib terhadap warga Korea dan diplomat Korea Selatan yang masih merundingkan pembebasan seluruh sandera.

Kedua wanita itu adalah sandera pertama yang dibebaskan sejak penculikan 23 relawan Korsel di Ghazni tiga pekan lalu.

Talib mengancam akan membunuh sandera-sandera lain apabila Pemerintah Afghan tidak segera membebaskan para gerilyawan yang ditahan oleh Kabul. Afghan tidak bersedia memenuhi tuntutan itu. Pemerintah berpendapat, pemenuhan tuntutan Talib justru akan makin mendorong mereka menculik lagi. Talib masih menyandera 10 orang, 16 di antaranya adalah perempuan.

Pada Minggu lalu, dua sandera itu dikabarkan sakit parah. Qari Mohammad Yousuf, juru bicara Talib, mengatakan, "Kami berharap, pembebasan kedua wanita itu akan secara positif ditanggapi dengan pembebasan anggota kami dari penjara."(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA