logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 14 Agustus 2007 BANYUMAS
Line

JALUR SELATAN

Lestarikan Jembatan Progo

TEMANGGUNG- Di Graha Bumi Phala Kantor Setda, kemarin berlangsung sarasehan dalam rangka memeringati HUT RI ke-67. Kegiatan dengan tema ''Dengan HUT RI Kita Entaskan Kemisikinan dengan Meningkatkan Etos Kerja, Persatuan dan Kesatuan'' tersebut menampilkan nara sumber tunggal, Anton Saroso (mantan Tentara Pelajar Brigade 17 Temanggung).

Sedangkan peserta sarasehan sekitar 800 orang, yang terdiri atas para mahasiswa, perwakilan pelajar SMP dan SMA di Temanggung, para pejabat dari Dinas/Instansi terkait di lingkungan Pemkab, dan Orsospol di Kabupaten Temanggung. Selain menceritakan kilas balik perjuangannya ketika merebut kemerdekaan, Anton Saroso juga berharap jembatan Kali Progo, Kranggan agar dapat dilestarikan. Sebab, jembatan tersebut merupakan saksi bisu perjuangan para pahlawan (H24-39)

Pemdes Tak Urusi Pakaian Dinas

KEBUMEN - Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda Kebumen Drs Frans Haidar kemarin menjelaskan, terkait pelantikan para kades selama ini, pihaknya tidak pernah mengurusi atau menjual pakaian dinas bagi para kades. Untuk pelantikan kades, sesuai surat yang diedarkan kepada para kades saat dilantik, mereka harus mengenakan pakaian dinas umum (PDU). Namun para kades bisa berurusan dengan penjahit. Prinsipnya, Pemdes tak pernah mengurusi pakaian dinas untuk pelantikan kades atau memaksa para kades membeli. (B3-24).

Pelantikan Ketua RT dan RW

MAGELANG-Sebanyak 298 Ketua RT dan 47 Ketua RW se Kecamatan Magelang Utara, Senin (13/8) dilantik Wali Kota Magelang H Fahriyanto. Selain itu diserahkan bantuan operasional Ketua RT Rp 250.000/tahun dan Ketua RW Rp 300.000/ tahun. Kecamatan itu membawahi Kelurahan Wates, Potrobangsan, Kedungsari, Kramat Utara dan Kramat Selatan.

''Kita telah berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Wujudnya telah membentuk Dinas Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (DPTPM), yang melayani administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP, KK, akta kelahiran dan sebagainya. Saya berharap saudara ikut menyebarluaskan keberadaan instansi ini,'' ujarnya. (P60-64)

Awak Angkutan Perlu Bicara

BANJARNEGARA-Para awak dan pengusaha angkutan, perlu diajak bicara soal rencana Pemkab Banjarnegara untuk membangun terminal baru di stadion lama. Prasarana itu akan menggantikan terminal lama dan terminal angkutan pedesaan, yang hilang setelah lokasinya dijadikan Pasar Kota.

''Selama ini kami belum pernah diajak berbicara soal rencana pemerintah akan membangun terminal baru. Padahal hal itu akan bersentuhan dengan kepentingan kami, dan semua pihak yang berhubungan dengan kendaraan angkutan dan transportasi,'' kata Ketua Paguyuban Kendaraan Umum Banjarnegara (Pakunegara) Budiyono, kemarin.

Dia mengungkapkan, setelah dibangun Pasar Kota kini beragam jenis angkutan mangkal di sepanjang Jalan Karjono depan pasar hingga stadion lama. Lokasi itu pun mirip terminal bayangan.

Keadaan tersebut membuat jalan jadi macet, terutama pada jam-jam sibuk. Sebagian badan jalan juga digunakan untuk parkir kendaraan saat menunggu penumpang. Jumlah angkutan barang yang melakukan bongkar muat, juga tak sedikit.(H25-74)

Kejaksaan Dituduh Terima Suap

BANYUMAS-Kejaksaan Negeri Banyumas dituduh menerima suap dari RSUD dan rekanan yang memenangi lelang pengadaan alat kesehatan senilai Rp 6,907 miliar.

Suap itu untuk mengamankan proses pengusutan kasus yang menyita perhatian masyarakat sehingga

kejaksaan tidak mampu mengungkap dugaan kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dan pengondisian.

Sebab, kalau praktik itu terjungkap bisa mengacaukan proses selanjutnya. Termasuk alokasi anggaran untuk pengadaan 2007 yang tergolong paling besar.

Dikabarkan untuk mengamankan pengusutan oleh kejaksaan disiapkan sekitar Rp 200 juta dan sebagian telah diberikan kepada pihak-pihak tertentu, termasuk oknum penyidik.

Kabar soal suap itu selain dari RSUD, datang dari rekanan serta pihak yang selama ini paham mengenai mafia peradilan.

Kepala Kejaksaan Negeri Suryanto SH dan Direktur RSUD dokter Hartono SpA yang dihubungi sama-sama membantah keras kabar soal suap itu.

''Itu fitnah yang tidak mendasar. Tidak ada suap menyuap dalam pengusutan yang kami lakukan. Silakan buktikan kalau memang ada,'' tandas Suryanto.

Dia juga berani memberi jaminan anak buahnya tidak menerima uang dari RSUD, rekanan, atau perantara untuk memengaruhi proses penyidikan. (G22-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA