logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 14 Agustus 2007 BANYUMAS
Line

Nasionalisme ala Pedagang Pasar Induk

LAGU kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di lantai III Pasar Induk Wonosobo. Puluhan perempuan pedagang yang telah bertahun-tahun jarang membawakan lagu tersebut karena kesibukan berjualan, saat itu dengan penuh semangat menyanyikannya.

Para bakul seakan tidak mau kalah dengan siapa pun. Mereka menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Seragam kaos merah putih yang dikenakan, membuat mereka tambah semangat. Hal yang tidak biasa itu, tentu saja menarik perhatian masyarakat yang sedang berbelanja di pasar Kota Wonosobo tersebut. Warga pun larut dan turut memberikan semangat.

Peristiwa langka itu berlangsung, Minggu (12/8) sore, menandai rangkaian kegiatan menyemarakkan HUT Ke-62 Kemerdekaan RI, di lingkungan komunitas Pasar Induk. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 12-14 Agustus 2007. Acara pembukaan dimeriahkan hiburan musik pengamen pasar. Lomba hiburan dilaksanakan siang-sore, saat suasana pasar sudah sepi sehingga tidak terlalu mengganggu kesibukan berniaga.

Aneka lomba hiburan diikuti para pedagang, buruh gendong, dan kuli pasar. Kegiatan itu meliputi balap karung, tarik tambang, sepak bola daster, menari dangdut berpasangan, rias wajah berpasangan dengan mata tertutup, makan kerupuk, membawa kelereng dengan sendok, estafet mengempit terong, mama mia, dan karaoke.

Atraksi yang banyak menyedot perhatian komunitas bakul maupun masyarakat adalah lomba balap karung, tarik tambang, dan estafet mengempit terong. Suasana tambah meriah ketika lomba juga diikuti mereka yang sudah setengah baya dan berumur 60 tahun lebih.

Licin

Saat lomba balap karung, sebagian peserta jatuh bangun, karena atraksi dilakukan di lantai keramik. Demikian halnya ketika lomba tarik tambang, lantai keramik di los daging yang relatif licin membuat mereka sering terpeleset. Tak ayal, beberapa peserta acap kali terjatuh dan terseret.

Ida, ibu muda pedagang daging sapi mengaku senang mengikuti lomba tarik tambang dan lainnya. Meski harus mengenakan kaos tangan -supaya tidak lecet, ia menilai kegiatan itu mampu membangkitkan rasa nasionalisme, persatuan kesatuan, serta menumbuhkan keakraban.

Hal senada dilontarkan Ny Suratmi. Menurut dia, ajang itu merupakan upaya menyemarakkan Kemerdekaan RI ala komunitas pedagang pasar. Karena itu, menang atau kalah dalam lomba, bukanlah tujuan utama. Namun lebih untuk menggugah kebersamaan.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Induk Wonosobo (PPPIW), Munfari menyebut, aktivitas menyemarakan Proklamasi Kemerdekaan RI sudah dirintis tahun lalu oleh komunitas pedagang di los daging. Saat ini, acara dikembangkan oleh seluruh bakul Pasar Induk.(Sudarman-72)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA