Beberapa hari lalu kita menulis tentang perlunya segera diatur ketentuan
tentang calon independen dalam pilkada setelah Mahkamah Konstitusi (MK)
memutuskan dimungkinkannya calon nonparpol tersebut. Mengapa harus cepat-cepat
karena kita melihat ada potensi konflik yang cukup besar kalau tak segera
diatur kejelasannya. Di Cilacap sudah terjadi keributan demikian juga di
beberapa daerah lain.
|
 |
Inilah pesan Sardono W Kusumo, "Kita harus mempunyai kesadaran
bahwa apa yang kita lakukan adalah pemuliaan harga diri manusia. Siapa
pun dia, apakah dia pemulung, tukang obat, atau pekerja lain. Kita harus
pandai-pandai belajar agar tidak selalu bersembunyi di balik kehebatan
masa lampau, yang seolah-olah kita mewarisi juga kehebatannya. Kita sekarang
hanya menikmati status (kehebatan) itu saja,
|
 |
MENYIMAK perkembangan politik nasional dan lokal saat ini, isu
tentang pemekaran wilayah nampaknya akan terus menjadi wacana politik yang
tidak akan pernah pudar. Hal itu karena berkaitan dengan konsen utama masyarakat
lokal yang menyangkut berbagai tekanan politik, seperti perasaan dan keinginan
untuk mandiri.
|
 |
JUDUL tulisan ini saya kutip dari working paper yang disajikan
Indonesia Marketing Association (IMA) dalam acara "Prof Philip Kotlerís
Public Institutional Dinner Night" di Jakarta, 7 Agustus lalu. Kebetulan
saya datang di acara yang diisi presentasi pakar pemasaran dunia Philip
Kotler dan dihadiri Wapres Jusuf Kala tersebut.
|
 |
PADA saat menerima audiensi KPI (Komisi Penyiaran Indonesia)
beberapa waktu yang lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Lembaga
Independen Negara mengawasi siaran seluruh stasiun televisi yang tumbuh
hanya didikte rating sehingga kualitas isi siaran tidak terkontrol, mengabaikan
nilai dan berpotensi membodohi pemirsa. Isi siaran itu antara lain, kata
presiden lebih lanjut adalah,
|
 |
Di luar dugaan, ternyata tulisan saya "Untuk Para Penganggur"
di Surat Pembaca 28 Juli 2007 mendapat banyak tanggapan dan simpati. Sejujurnya
saya terharu sekaligus prihatin sebab menunjukkan selama ini nasib mereka
benar-benar seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Tidak tahu harus
bagaimana, karena apa pun alasannya mereka tidak tertampung dalam dunia
kerja.
|