| Senin, 13 Agustus 2007 | SALA |
2008, Warga Pakai Kartu Berobat berlanggananSOLO - Mulai tahun depan, seluruh warga Kota Surakarta dapat memanfaatkan kartu berobat berlangganan. Hal tersebut merupakan bagian dari program Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) dari Pemkot. Keputusan tersebut merupakan hasil Rapat Pansus Raperda Retribusi Pelayanan Kesehatan DPRD Kota Surakarta dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK), Dispenda, serta Bagian Hukum dan HAM, Jumat (10/8). Pansus menilai program tersebut merupakan hal positif namun dalam pelaksanaanya perlu penanganan yang lebih terperinci. Nantinya, Pemkot dapat memberikan pelayanan kesehatan secara promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Reny Widyawati, sekretaris Pansus mengatakan, program tersebut ditujukan bagi warga belum terdaftar dalam Askes PNS dan Askeskin. Dari data pemkot, hingga tahun ini, dari 500.000 jiwa penduduk Kota Surakarta, terdapat 343.325 jiwa yang belum terdaftar. Mereka dapat memanfaatkan kartu tersebut dengan membayar Rp 5.000/orang/tahun dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Surakarta. "Nanti mereka yang memegang kartu berobat berlangganan PKMS bisa memperoleh fasilitas standar Askeskin. Yaitu, pelayanan RSUD kelas III," kata dia usai rapat pansus. Program tersebut dimaksudkan untuk upaya preventif apabila mendadak harus menjalani perwatan kesehatan. Kartu itu bisa digunakan pada rumah sakit swasta dan daerah yang sudah bekerja sama dengan PKMS. Pasien akan mendapat fasilitas standar askeskin, yaitu pelayan RSUD di kelas III. Anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut direncanakan sebesar Rp 10 miliar. Sementara, Syamsudin, anggota Pansus dari FPAN, juga menyatakan dukungannya. tetapi ia mengingatkan perlunya disiapkan konsep, regulasi dan sumber daya manusia agar tidak muncul masalah dikemudian hari. (J6-50) |