logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 13 Agustus 2007 RAGAM
Line

Merencanakan Program Perkawinan

DALAM menyusun program perkawinan, seorang breeder harus menetapkan sasaran yang hendak dituju. Biasanya, sasaran yang dituju adalah lahirnya anak-anak berkualitas dan sehat. Untuk mencapai hal itu bukankah pekerjaan mudah. Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

Pertama, umur kedua induk (jantan dan betina) minimal satu tahun. Sebenarnya kucing telah mencapai dewasa kelamin pada umur 8-10 bulan. Pada betina, ini ditandai dengan datangnya masa birahi (heat) yang berlangsung selama 2-6 hari.

Saat itulah kucing betina akan bersuara keras dan berat. Tingkahnya juga aneh, misalnya berguling-guling tak karuan. Jika ada kucing jantan suka mencuri perhatian. Terkadang nafsu makannya turun.

Sedangkan dewasa kelamin pada jantan ditandai dengan kemampuannya mengeluarkan sperma dan siap mengawini betina. Tapi, sekali lagi, usahakan tidak mengawinkan kucing sebelum berumur satu tahun.

Perkawinan Dini

Perkawinan dini biasanya menghasilkan keturunan yang kurang baik. Selain itu, induk juga tak becus mengurus anak-anaknya dan berakibat pada kematian. Bahkan kesehatan induk pun bisa terganggu. Kedua, kedua induk sudah divaksin. Kalau pernah divaksin, teliti kapan tanggal kadaluwarsa, atau tanggal harus divaksin ulang. Vaksinasi dilakukan rutin setahun sekali.

Ketiga, jangan mengawinkan kucing ketika salah satu atau kedua induknya sedang sakit. Hal ini bisa membahayakan keturunannya. Keempat, kucing jantan dan betina yang siap kawin hendaknya diidentifikasi dulu, untuk keperluan pembuatan sertifikat atau silsilah anak yang akan dijual.

Membatasi Kehamilan

Kelima, membatasi kehamilan hanya tiga kali dalam dua tahun. Berikan jeda istirahat setelah melahirkan. Masa kehamilan kucing berlangsung selama dua bulan. Jadi boleh dikawinkan lagi enam bulan setelah melahirkan. Bahkan ada juga yang mengawinkan setahun sekali.

Kucing yang bunting (hamil) ditandai dengan pembesaran puting susu. Bulu di sekitar puting menipis, untuk memudahkan anak menyusu. Perut membesar, dan bobot badan bertambah 1-2 kg.

Sedangkan tanda kucing akan melahirkan antara lain mengeluarkan lendir putih di bagian vaginanya. Fase berikutnya, kucing berbaring pada salah satu sisi dan mengangkat salah satu kaki belakangnya.

Jika breeder mampu menjalankan program perkawinan ini dengan baik, maka anak-anak yang dihasilkan pun akan sesuai, bahkan melebihi, sasaran awal. (Sriyati-32)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA