| Senin, 13 Agustus 2007 | SEMARANG |
Warga dan Petani Jebol Tanggul PSDATENGARAN- Seratusan petani dari tiga desa membongkar tanggul di sekitar mata air Senjoyo yang dibangun Balai Pengawasan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jateng, guna membendung air untuk wisata air, Minggu (12/8) pagi. Pasalnya, tanggul yang dibangun tanpa koordinasi dengan warga dan petani awal pekan lalu itu, mengakibatkan saluran Kalibuket (isep-isep) yang menjadi sumber kehidupan warga Dukuh Kadipuro, Karangbolong, dan Tugu di Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, dan wilayah Salatiga, tidak mendapat pasokan air. Dampaknya, puluhan hektare lahan pertanian sawah tidak mendapat jatah air. Setelah menjebol tanggul, warga kemudian memasang buis beton dengan ukuran yang lebih besar, sehingga debit air untuk pertanian dan kebutuhan hidup warga terpenuhi. Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur, Djaeni (75) menuturkan, tanggul yang dibangun tersebut hanya diberi saluran buis beton berdiameter 30 sentimeter yang mengalir ke Kalibuket. Karena terlalu kecil, oleh warga dan petani, saluran itu dibongkar dan diganti dengan buis beton ukuran 50 sentimeter. Mendapat Izin ''Pembongkaran yang dilakukan warga bersama kelompok tani Sumber Makmur dan Umbul Senjoyo V sudah mendapat izin dari kepala ranting pengairan Tengaran. Kami mengganti buis beton yang sudah terpasang dengan yang lebih besar supaya debit air lancar. Untuk pendanaan, kami tanggung bersama-sama,'' jelas Djaeni. Dia menjelaskan, akibat penanggulan tersebut kolam penampungan air di Pos Tingkir selama lima hari tidak teraliri. Padahal, penampungan itu dipakai warga untuk mencukupi kebutuhan memasak, minum, mencuci, mandi, serta pengairan sawah. Pada dasarnya mereka setuju dengan rencana pembangunan wisata air oleh Balai PSDA Provinsi, asalkan pembangunan tersebut tidak mengganggu dan merugikan warga dan petani, terutama dalam hal pengairan. Mengenai rencana pembangunan saluran irigasi oleh Pemkab Semarang di saluran isep-isep di Tingkir Tengah, mereka mengajukan hal yang sama dengan kelompok tani di Salatiga. Mereka berharap saluran di hulu (Kalibuket) diperbaiki dulu, sebab talut di sepanjang saluran tersebut sudah tidak layak dan banyak yang bocor. Kepala Ranting Pengairan Tengaran, Dalwandi, ketika dihubungi mengatakan, pihaknya telah mengizinkan petani membongkar tanggul untuk mengganti buis yang sudah terpasang. Ketika memantau penanggulan beberapa waktu lalu, dia juga telah mengusulkan agar talut Umbul Senjoyo sebelah Barat segera diperbaiki, karena sudah tidak layak dan banyak yang bocor. (J12-37) |