| Senin, 13 Agustus 2007 | KEDU & DIY |
Atap dan Genting Metal Aman Antisipasi GempaYOGYAKARTA-Masyarakat Yogyakarta terutama korban gempa benar-benar memilih bahan bangunan yang aman untuk mengantisipasi seandainya terjadi bencana lagi. Mereka trauma tertimpa bangunan sehingga memilih bahan yang aman, ringan. Salah satunya, banyak di antara mereka menggunakan rangka atap baja dan genting metal. Akibatnya permintaan kedua jenis bahan tersebut mengalami kenaikan. ''Tingginya permintaan masyarakat yang menggunakan rangka atap baja ringan dan genting metal karena mereka menyadari pentingnya pemakaian bahan ringan di wilayah rawan gempa,'' ungkap Direktur Eksekutif PT Tata Logam Lestari, Wulani W Rismono, di sela-sela Pameran Bedah Rumah di Gedung JEC, Sabtu (11/8) lalu. Menurutnya, permintaan tak hanya dari perkantoran atau gedung-gedung publik seperti sekolah dan rumah sakit, namun sudah berkembang ke rumah tanggal khususnya perumahan. Bahkan sektor perumahan yang mengalami lonjakan cukup tinggi. Dia menggambarkan keamanan rangka atap baja ringan dan genteng metal sangat aman karena rangka kayu beratnya mencapai 18 kg/meter persegi sedangkan rangka atap baja hanya 9 kg/meter persegi. Genting metal beratnya hanya 10 kg/meter persegi dan genting biasa mencapai 40 kg/meter persegi. Daur Ulang Wulani menambahkan, pemanfaatan rangka atap baja dan genting metal jauh lebih ringan dan aman bagi penghuni bangunan. Bahan-bahan tersebut juga ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. Sementara itu National Sales Manager Residential PT Bluescope Steel Indonesia, Tatok Priambodo pada kesempatan itu mengatakan, untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan rangka atap baja ringan dan genting metal pihaknya sudah menyiapkan rencana pembangunan pabrik agar kapasitas produksi bertambah. Selaku pemasok bahan baku ke Tata Logam, dia menjelaskan pabrik yang sekarang ada sudah kewalahan. Dengan pabrik baru yang rencananya tahun 2009 sudah beroperasi, kapasitas produksi dapat naik menjadi 270.000 ton/tahun dari yang sekarang hanya 120.000 ton/tahun.(D19-39) |