| Senin, 13 Agustus 2007 | BANYUMAS |
Bulog Banyumas Tak Lagi Terima Setoran BerasPURWOKERTO- Pengadaan beras terlampaui, Bulog Subdivre IV Banyumas sudah sepekan ini tak lagi menerima setoran beras dari mitra kerja. Realisasi pengadaan beras hingga awal Agustus sudah tercapai 67.000 ton. Penjelasan itu disampaikan Kepala Bulog Subdivre IV Banyumas Imam Syafei kemarin. Dikatakan, pengadaan beras Bulog Subdivre IV Banyumas pada awal Januari 2007 ditarget 48.000 ton. Karena penyerapan dari petani bagus, pada bulan Juni target dievaluasi menjadi 60.000 ton. Dari target 60.000 ton, ternyata bisa tercapai 67.000 ton. Dengan adanya kondisi semacam itu, menurut Imam Syafei, Bulog tak lagi menyerap beras karena target telah terlampaui. Beras merupakan barang yang beresiko rusak bila disimpan terlalu lama. Bahan makanan tersebut, diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan raskin, hingga 12 bulan ke depan. Meski sudah tak menerima setoran beras, pada panen musim tanam April-September, Bulog Subdivre IV tetap melaksanakan pengadaan pangan. Namun Bulog tak lagi membeli beras dari petani melainkan membeli gabah. Tak Menyerap Hal itu pun dilakukan dengan melihat kondisi di lapangan. Apabila harga gabah di tingkat petani sudah sama atau melebihi harga pembelian pemerintah (HPP), maka Bulog tak akan menyerapnya. Setelah Bulog tak membeli, gabah petani itu diharapkan bisa diserap oleh pasar lokal. Saat ini, pasar Jakarta yang semula sepi, sejak sepekan terakhir sudah mulai menyerap beras dari daerah. Kalau pasar Jakarta sudah menyerap beras dari daerah, harapannya harga beras bisa stabil. ''Saat ini harga beras di Jakarta sudah mencapai Rp 4.100 - Rp 4.200/kg. Tapi pasar Jakarta yang dibutuhkan adalah beras segar, yakni beras yang baru digiling, bukan beras yang sudah lama disimpan,'' jelasnya. Faturahman, manajer KUD Patikraja yang menjadi mitra Bulog membenarkan bila Bulog Banyumas sudah seminggu tak lagi menerima setoran beras. Alasannya realisasi pengadaan beras sudah melebihi target. ''Untungnya pasar beras di Jakarta sudah mulai bergairah lagi. Pedagang atau mitra kerja di Banyumas pun melempar beras yang dibeli dari petani ke pasar Jakarta. Harganya untuk beras standar yang segar Rp 4.100/kg. Untuk beras super bisa mencapai Rp 4.300/kg,'' katanya. (G23-74) |