logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Agustus 2007 MURIA
Line

Menjelang Gus Mus Mantu (2-Habis)

Audiens Akan Duduk Lesehan di Tikar

  • Oleh Mulyanto Ari Wibowo

SEDIKITNYA, 15 budayawan akan tampil mengisi talkshow "Malam Lek-lekan Ngrembug Keluarga Indonesia Sakinah" dalam rangkaian perhelatan Gus Mus (KH A Mustofa Bisri) menikahkan putri kelimanya, Nada Fatma, dengan Fadel Irawan pada 11 Agustus besok.

Menurut Gus Wahyu (Wahyu Salvana, menantu Gus Mus-Red), sejumlah budayawan antara lain Taufiq Ismail, Slamet Gundono, Zawawi Imron, Sutardji Calzum Bachri, Dr Sylviana Murni, Ulil Abshar Abdalla, Zaenal "Deep Rock" Abdidin, Prie GS, dan Ratih Sanggarwati sudah menyatakan kesiapan untuk tampil ndherek mangayubagya dalam acara itu.

Sementara itu, pentolan grup Dewa Ahmad Dani, hingga kemarin siang masih dinanti konfirmasi kesediaannya.

"Pada awalnya, Iwan Fals juga sangat ingin bisa tampil dalam acara itu. Namun, Abah (panggilan Gus Mus-Red) tidak berani. Tahu sendiri kan kalau Iwan Fals tampil, massa pasti akan sangat banyak," ungkapnya.

Untuk malam lek-lekan itu, ucap dia, Gus Mus membuat konsep sebuah panggung kecil dengan ukuran 5 meter x 6 meter dengan tinggi hanya 0,5 meter.

"Dalam acara itu, penampil duduk bersama dalam satu panggung. Konsep yang dibuat Abah adalah selang-seling antara talkshow dan pembacaan puisi, cerpen, dongeng, atau gambus jawa. Panggung sengaja dibuat sangat rendah agar para penampil bisa menyatu dengan audiens yang duduk lesehan di tikar," katanya.

Kemenakan Gus Mus, H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) menyebutkan, talkshow akan mulai sekitar pukul 19.30.

"Kalau melihat penampil acaranya, kemungkinan bisa selesai sampai menjelang subuh," ucap Wakil Bupati Rembang itu.

Prosesi Pernikahan

Prosesi walimatul ursy rencananya mulai pada Jumat sore ini dengan malam midodareni bagi calon mempelai putri, mulai pukul 19.00 dan terbatas bagi kalangan keluarga Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlatut Thalibin.

Selanjutnya, pada Sabtu besok sekitar pukul 10.00, Nada dan Fadel yang bertemu saat masih kuliah di Program Diploma III Bahasa Inggris Fakultas Sastra Universitas Diponegoro Semarang pada 1999 itu akan melangsungkan akad nikah di aula kediaman Gus Mus.

Rencananya, akad nikah akan dipimpin KH Masduqi Malang yang juga masih merupakan besan dari Gus Mus. Seusai akad nikah, pengantin akan menempati dampar kedaton di halaman rumah almarhum KH Cholil Bisri yang didesain minimalis dengan taburan dominasi warna merah.

"Tidak ada makna khusus dari taburan warna merah ini. Pemilihan warna tersebut adalah permintaan Nada dan Fadel. Busana yang dikenakan kedua pengantin pun merah," tutur Gus Tutut.

Nada Fatma yang dihubungi kemarin mengutarakan, warna merah adalah warna kesukaannya.

Menjelang hari H Gus Mus Mantu, kesibukan sudah mulai terasa di sekitar Jalan KH Bisri Mustofa Desa Leteh, Kecamatan Kota Rembang, kemarin. Sejumlah pekerja sudah mulai memasang tratak.

Rencananya, jalan di depan Pondok Raudlatut Thalibin yang membujur dari barat ke timur sepanjang 200 meter itu akan dipasangi tratak dan kursi untuk menampung 2.000-an tamu undangan.

"Untuk tamu VIP kami telah mempersiapkan aula Ponpes," imbuh Gus Wahyu. (69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA