logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 09 Agustus 2007 NASIONAL
Line

Upaya Hukum Diserahkan ke Keluarga

  • TKI Pati Tewas Disiksa di Saudi

MENANGIS: Keluarga korban TKW Susmiyati, menangis begitu mendengar kabar berita duka. Para tetangga mencoba menenangkannya. Inzet: Susmiyati. (57)

PATI- Satu lagi identitas Tenaga Kerja wanita (TKW) yang tewas karena disiksa anak majikannya di Arab Saudi terungkap. Menurut data Migrant Care, korban tewas tersebut berasal dari Desa Purwokerto RT 5/RW 3 Kecamatan Tayu, Pati, bernama Susmiyati binti Mat Rabu (bukan Susianti).

Dia lahir 15 Mei 1979, diberangkatkan ke Arab Saudi memegang paspor AB 968412 oleh PT Alfindo Mas Buana, dengan majikan Mubarak Hamd Alsyaghatsarah. Kejelasan ini diketahui setelah Migrant Care meminta bantuan Kantor Pelayanan dan Bantuan Hukum (KPBH) ATMA Pati untuk menghubungi pihak keluarga.

"Pagi tadi (kemarin-Red) sekitar jam 08.00 kami dihubungi Migrant Care untuk mengabarkan kematian Susmiyati kepada pihak keluarga. Sekaligus mendampinginya ke Jakarta untuk mengurus pengambilan jenazah," ujar staf Advokad KPBH ATMA Dina Ardiyanti SH, Rabu (8/8).

Pihaknya bersama rombongan dari Dinas Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Diskesospermas) Pati mendatangi keluarga TKI nahas itu sekitar pukul 18.00.

Upaya Hukum

Kedatangan ATMA tidak sekadar membawa kabar duka, tapi juga mengajak perwakilan keluarga untuk datang ke Jakarta mengurus pemulangan jenazah dan meminta persetujuan langkah selanjutnya.

Apakah keluarga akan menempuh proses hukum atau apakah memberikan ampun pada para pelaku sehingga mereka dihukum pancung atau menginginkan kompensasi.

Menurut paman korban Nur Salim, Sus sejak tujuh tahun lalu bekerja sebagai pembantu rumah tangga ke luar negeri, dengan empat kali pemberangkatan. Semula ke Malaysia, Kuwait, dan Arab Saudi dua kali.

Untuk pemberangkatan yang terakhir ini, kata Salim, baru sekitar setahun. Namun, tak disangka keberangkatan itu justru menjadi akhir dari hidupnya.

"Sebelumnya dia pernah di Arab dua tahun, setelah itu pulang dan melahirkan anak perempuan. Setelah anaknya berusia delapan bulan dia berangkat lagi ke Arab," jelas Salim.

Dari beberapa kali merantau ke negeri orang, Sus bisa membangun sebuah rumah lengkap dengan perabotannya serta telah membeli sepeda motor. Hidup merantau juga dilakukan suaminya Daryoto (30). Namun, sampai kemarin malam bapak dari Putri Amelia Rosada (1 tahun enam bulan) ini masih berada di Papua.(fen, J21-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA