| Sabtu, 04 Agustus 2007 | SALA |
LINTAS DAERAH''Dosa bila Ada yang Kelaparan''WONOGIRI- ''Kita akan berdosa bila di antara kita ada yang kelaparan,'' kata Anggota Komisi B DPRD Wonogiri, Subandi Pr. Subandi yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Wonogiri mengatakan, eksekutif perlu mencermati kondisi riil stok pangan penduduk di musim kering ini. Sebab, warga yang bermukim di Wonogiri selatan, di musim kemarau ini menerima beban hidup yang berat. ''Untuk pemenuhan air bagi kehidupan sehari-hari saja mereka harus beli dengan harga mahal,'' katanya. Menurutnya, betul saat ini tengah memasuki panen singkong. Namun per kilogram hanya laku Rp 300. Di sisi lain, harga air per tangki berkapasitas 4 ribu sampai 5 ribu liter Rp 90.000 sampai Rp 100.000. Harga air satu tangki setara dengan penjualan 300 kg singkong. Subandi mendesak agar diambil langkah riil untuk menyikapinya secara konkret, dalam bentuk tindakan yang taktis dan strategis. Kabag Perekonomian Pemkab, Sudiro melalui Kabag Humas, Teguh Setiyono, Jumat (3/8), menandaskan, Bupati telah mengambil langkah penyikapan secara khusus pada warga miskin yakni dengan memberikan bantuan beras murah. (P27-42) Seragam Rp 14 Miliar Dicoret KLATEN- Bantuan pengadaan seragam sekolah untuk tingkat SD sampai SMA yang diajukan Bupati Klaten, Sunarna urung direalisasikan . Pasalnya, mayoritas anggota panitia anggaran merasa keberatan dan meminta dana itu dialihkan ke beasiswa bagi siswa SMP/ MTs . ''Dana itu tetap dianggarkan hanya sejak awal kami minta dialihkan saja. Sebab, ada yang lebih penting dan mendesak yakni beasiswa,''ujar anggota panitia anggaran dari FPAN, Darmadi Spd Jumat (3/8). Dana sebesar itu, menurut dia, tidak tepat kalau untuk seragam karena masih ada persoalan biaya pendidikan yang lebih dibutuhkan. Alasan pemkab jika pengadaan seragam itu untuk mendongkrak sektor usaha kecil dan menengah (UKM) di bidang konveksi sangat tidak logis. Sekretaris Daerah, Indarwanto mengatakan, jika dana itu dialihkan maka anggaran pendidikan 2008 hampir mencapai 20 %. (H34-42) 1.555 Ha Sawah Bera KARANGANYAR - Sekitar 1.555 hektare sawah tadah hujan di Karanganyar, bera selama musim kering ini. Lahan terluas di Kecamatan Gondangrejo sekitar 1.140 hektare, Jumantono (127), Kebakkramat (126), dan Mojogedang (86). Kepala Subdin Tanaman Pangan dan Hortikultura Supramnaryo, kemarin mengatakan untuk mengatasi kondisi itu, pihaknya sudah mengembangkan padi SRI (system of rice intensification). Metode tanam itu dikembangkan sejak tahun lalu dan tahun ini targetnya 1.000 hektare seluruh Indonesia. ''Jateng kebagian 100 hektare lahan untuk percobaan SRI, dan Karanganyar menyanggupi 8 hektare. Saat ini baru saja panen pertama padi SRI di area percobaan di Pulosari, Kebakkramat seluas 1.400 m2. Mulai Agustus diperluas 4 hektare,'' kata dia. Kelebihan SRI, tidak butuh banyak air. Pada sistem biasa, padi butuh 0,7 liter/detik/hektare, dengan SRI hanya 0,4 liter/detik/hektare. (an-50) |