logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Agustus 2007 PANTURA
Line

KELILING PANTURA

Kejuaraan Tenis Persami

BREBES - Ajang pencarian bibit petenis pemula, kini terus dilakukan Pengcab Pelti Brebes. Salah satunya, bakal digelar Kejuaraan Tenis Yunior Persami II, 11-12 Agustus mendatang. Kejuaraan ini terbuka untuk atlet pemula se-Jateng.

Sekretaris panitia drg Oo Suprana, kemarin mengatakan, kejuaraan ini digelar dalam rangka mencari bibit atlet pemula yang diharapkan ke depan dapat menggantikan atlet muda lainnya.

"Beberapa atlet muda sudah memasuki usia dewasa, sehingga perlu penggalian bibit atlet baru," paparnya. Kejuaraan digelar bertepatan untuk memperingati HUT Ke-62 Kemerdekaan RI.

Pada event ini, panitia mempertandingkan kelompok umur (KU) 10 putra, KU 12, 14 putra-putri dan KU 16 putra. Peminat dapat menghubungi panitia atau kontak person, 0283-877921 Hp 081-22717713.(wh-17)

BPD Minta Tunjangan

KAJEN - Setelah kepala desa (kades), sekretaris desa (sekdes), dan perangkat desa menuntut tunjangan, kemarin giliran Badan Perwakilan Desa (BPD).

Mereka meminta agar diberikan tunjangan kesejahteraan.

Usulan itu antara lain disampaikan oleh Ketua BPD Wonokerto Kulon, Kecamatan Wonokerto, Kabupetan Pekalongan, Muntaha dalam kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker) Bupati dan Muspida di Kecamatan Wiradesa, kemarin.

Dia menuturkan, sesuai Perda Nomor 12 Tahun 2006 tentang BPD, anggota lembaga itu berhak antara lain atas tunjangan.

Namun, kenyataannya, sebagai mitra pemerintahan desa (pemdes), BPD di Wonokerto Kulon, dengan anggota sejumlah sebelas orang belum pernah mendapatkan tunjangan sejak melaksanakan tugas.

Asisten Administrasi Pemerintahan Setda, Susiyanto yang pada saat itu juga berlaku sebagai moderator diskusi, mengatakan akan menyikapi permintaan mengenai tunjangan, tali asih dan pengadaan sarana-prasarana untuk menunjang tugas BPD. (H26-61)

Puluhan Ha Padi Terancam

SLAWI - Sekitar 25 hektare tanaman padi di Kabupaten Tegal dilanda kekeringan dan terancam puso. Meliputi, 10 hektare areal tanaman padi di wilayah Kecamatan Margasari dan 15 hektare di Kecamatan Jatinegara.

"Apabila dalam waktu dua minggu berturut-turut tidak ada hujan, tanaman padi terancam puso. Terutama di wilayah Jatinegara," kata Kepala Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Tegal Ir Toto Subandriyo, kemarin.

Menurutnya, hal itu terjadi karena padi ditanam di daerah tadah hujan. Selain itu, petani tetap memaksakan diri tanam padi, meski dinas sudah mengingatkan supaya mewaspadai adanya anomali iklim.

"Mereka itu tertipu anomali iklim. Sebab, pertengahan Juli lalu masih ada hujan," ucapnya.(H3-17)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA