logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Agustus 2007 PANTURA
Line

Ombak Besar, 160 Kapal Tak Melaut

PEKALONGAN - Besarnya ombak di lautan belakangan ini menyebabkan 160 kapal Pekalongan tidak berani melaut. "Saya memperkirakan hanya sekitar 40-50 kapal yang mencari ikan di laut," kata Ketua HNSI Kota Pekalongan, Rasdjo Wibowo.

Ditemui Suara Merdeka di ruang kerjanya, kemarin, dia menegaskan, musim paceklik seperti sekarang ini, memang menyulitkan bagi pemilik kapal. Mereka sering rugi ketika harus memberangkatkan kapal ke lautan. Namun, di sisi lain, nelayan menginginkan melaut karena mereka tidak bisa mencari pekerjaan lain kecuali mencari ikan.

Karena itu, pemilik kapal terpaksa harus memenuhi keinginan nelayan untuk coba-coba mencari ikan dengan harapan bisa untung. "Kalau untung, memang nelayan dan pemilik kapal bisa merasakan nikmatnya hasil itu. Tetapi jika rugi, pemilik kapal yang harus nomboki, meski sebenarnya dalam perjanjian kerugian ditanggung bersama," katanya.

Kapal Dijual

Sekarang ini, dia menambahkan, musimnya kurang menguntungkan bagi usaha di bidang perikanan laut. Karena itu, tidak heran jika kapal-kapal dari Pekalongan yang semula jumlahnya mencapai 500 kapal, kini berangsung-angsur menyusut karena dijual sehingga diperkirakan tinggal 200-an kapal.

Dia menjelaskan, sepinya ikan di laut itu, menyebabkan masyarakat Pekalongan harus merana. Sebab, masyarakat yang hidup di sektor perikanan laut itu mencapai 23.000 orang, baik itu nelayan, pemilik kapal, pekerja, dan pedagang. Karena itu, jika keadaan itu tidak berubah, akan menciptakan kemiskinan baru di wilayah pantai.

Asmandi, pemilik kapal di Pekalongan mengakui, sektor perikanan sekarang terpuruk. Karena itu, delapan kapalnya kini hanya tambat di sungai. Padahal, makin lama didiamkan, kapal itu akan rusak. Tapi apa boleh buat, itu dilakukan karena merupakan pilihan terbaik dari yang terjelek. "Toh kalau dibiarkan kapalnya juga akan rusak," katanya.(A15-17)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA