logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Agustus 2007 PANTURA
Line

Kualitas Beras Gratis Tidak Layak Konsumsi

  • Kotor dan Berkutu

TEGAL - Beras gratis (rastis) yang rencananya akan dibagikan untuk warga kurang mampu di Kota Tegal, ternyata tidak layak dikonsumsi. Kondisi beras itu kotor dan banyak bercampur menir. Bahkan, di beberapa kantong ditemukan telah berkutu. Akibatnya, beras yang telah didistribusikan ke setiap kelurahan itu dikembalikan, karena warga tidak mau mengambilnya.

Uci (38), warga Kelurahan/ Kecamatan Margadana menuturkan, seluruh warga di wilayahnya sudah tahu, rastis dari Pemkot telah berada di kantor kelurahan. Namun mereka enggan mengambil, karena setelah dicek kualitasnya jelek. Warga meminta beras tersebut dikembalikan. "Dibanding bantuan yang sebelumnya kami terima sangat jauh berbeda. Rastis kali ini, berasnya badheg (bau) dan kotor. Selain itu, banyak bercampur menir dan ada yang berkutu," tuturnya, kemarin (2/8).

Warjim (55), staf Kantor Kelurahan/ Kecamatan Margadana mengatakan, rastis telah datang di kantor kelurahan sejak Kamis (2/8) lalu.

Hingga kini, warga belum ada yang mengambil, karena tahu kualitasnya jelek. Pihak kelurahan juga menyarankan agar tidak diambil dulu, karena beras akan dikembalikan.

Dari informasi yang diterima, kondisi demikian juga dialami seluruh kelurahan di Kota Tegal. Mereka meminta beras ditarik kembali, karena tidak layak konsumsi. "Di kelurahan kami, jumlah rastis yang diterima sebanyak 777 katong (1 kantong isi 10 kg). Semuanya, kini telah dikembalikan untuk diganti yang lebih baik," jelasnya.

Pemkot Menolak

Kepala Kantor Informasi dan Kehumasan Pemkot Tegal, Drs Chairul Huda saat dikonfirmasi mengakui, bantuan rastis bagi warga kurang mampu kali ini kualitasnya tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Karena itu, Pemkot menolak dan meminta rekanan untuk menarik kembali.

Jeleknya kualitas itu, kata dia, diketahui dari laporan pihak kelurahan yang diterima dua hari lalu. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Dispermas dan KB) selaku leading sektor juga sudah mengecek ke lapangan. Namun, lantaran kesibukannya menyelenggarakan pameran teknologi tepat guna (TTG), penarikan baru dilakukan saat ini. "Pemkot sudah memanggil rekanan pengadaan rastis ini, dan menyatakan sanggup menggantinya. Karena itu, beras kini mulai ditarik kembali," tandasnya.

Dia mengungkapkan, jumlah bantuan rastis yang akan dibagikan Pemkot sebanyak 364.590 kg, dengan anggaran Rp 1,968 miliar. Bantuan itu diperuntukkan bagi 12.153 kepala keluarga (KK) kurang mampu, dan dibagikan dalam tiga tahap. Yakni, bulan April, Agustus dan Oktober. (H38-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA