| Sabtu, 04 Agustus 2007 | OLAHRAGA |
Melihat Persiapan Chris John di Banyuwangi (2-Habis)Datang 30 Menit sebelum Jadwal LatihanADA beberapa hal yang membuat ''iri'' petinju Indonesia Joey De Richardo terhadap sosok juara dunia kelas bulu (57,1 kg) versi WBA Johanes Christian John (Chris John). Yaitu kedisiplinan, kerja keras, tanggung jawab, dan religius. Dalam bincang-bincang de- ngan Suara Merdeka di sebuah warung pecel di Banyuwangi pekan lalu, Joey mengatakan bahwa Chris John kini sudah di atas segala-galanya bagi seorang petinju Indonesia. Masa depan, keluarga harmonis, dan prestasi dunia, sudah digenggamnya. ''Semua itu diraih dia melalui kedisiplinan dan tanggung jawab yang tinggi,'' ujar dia. Dalam hal latihan, Chris John selalu datang 30 menit sebelum jadwal latihan yang ditentukan pelatihnya, Craig Christian asal Australia. Dia datang sendiri dengan peralatan yang diperlukan latihan dan memasangnya sendiri. Sekitar 15 menit kemudian, barulah empat sparring partner-nya datang. Keempatnya adalah Ryan Langham dan Williem Krikket dari Australia, Jackson Asiku asal Uganda, dan Joey sendiri. Begitu keempat rekannya tersebut sudah siap, Chris pun memimpin pemanasan badan selama 30 menit. Anak pasangan Johan Tjahjadi dan Maria Warsini tersebut, termasuk pria yang religius. Sebelum menjalankan aktivitasnya, dia selalu terlihat berdoa terlebih dahulu. Saat istrinya, Anna Maria Megawati dan anaknya Maria Luna Ferisa (2) datang ke Banyuwangi, dia pun mengajak mereka pergi ke gereja. Bahkan, sehari sebelum keluarganya pulang ke Semarang dengan naik kereta api, The Dragon (julukan Chris John) sempat mengajak ke objek wisata Mirah Fantasi di Banyuwangi. Dia menyempatkan diri mengajak anaknya untuk naik water boom, melihat sangkar burung dengan aneka burung, dan fasilitas permainan lainnya. Chris John termasuk bapak yang bertanggung jawab terhadap keluarganya. Selama berada di Banyuwangi, dia sering mengajak istri dan anaknya bermain-main. Kalau tak ada acara keluar hotel, dia mengajak anaknya bermain di sekitar hotel Mirah bersama dengan anak-anak petinju Sasana Mirah Boxing Camp. Sosok dia bagi keluarga para petinju dan karyawan hotel Mirah, memang sudah tak asing lagi. Pasalnya, sebelum bertanding melawan Jose Rojas 3 Maret 2007 lalu di Lapangan Indoor Tennis Senayan Jakarta, dia sempat beberapa pekan latihan di Sasana Mirah Banyuwangi yang berada di hotel tersebut. Persiapan Matang Dengan persiapan yang matang, akhirnya dia mampu mengalahkan Jose Rojas dengan angka mutlak yang diberikan oleh hakim Fransisco Martines (118-108), Uriel Aguilera (116-110), dan Levi Martines (117-107). Saat adu jotos, Rojas pun sempat down pada ronde ke-2 dan ke-4. Melihat persiapan yang matang, lanjut Joey De Richardo lagi, dirinya cukup yakin Chris John akan memenangi pertandingan melawan Zaiki Takemoto, sekalipun bertarung di publik Takemoto sendiri. ''Kalau saya lihat, persiapan Chris John sudah matang. Karena itulah, dengan persiapan yang benar-benar matang, saya cukup yakin dia akan menang. Pukulan-pukulannya makin bagus,'' tutur Joey lagi. (Dwi Pamuji Sulistyanto-28) |