| Sabtu, 04 Agustus 2007 | OLAHRAGA |
Diharap Lahir Swie King Baru dari JatengSEMARANG - Ketua Umum PB PBSI Sutiyoso mengatakan, prestasi bulu tangkis Indonesia di kancah internasional tidak terpuruk tetapi masih bisa bersaing dengan negara lain. ''Kita tidak kalah dengan negara lain, tetapi hanya kalah dari China yang mendominasi dunia karena tiga supremasi bulu tangkis dunia dipegang negara itu,'' katanya usai melantik pengurus Pengda PBSI Jawa Tengah periode 2007-2011 di Hotel Patra Jasa Semarang, semalam. Dia menyebutkan, Piala Thomas (lambang supremasi beregu putra), Piala Uber (beregu putri), dan Sudirman (beregu campuran) saat ini berada di China. Namun, katanya, Indonesia tidak terpuruk karena masih bisa meraih gelar juara pada kejuaraan perorangan, seperti di Manila (Filipina), kejuaraan dunia di Anaheim (AS) tahun 2005, juara tunggal putra (atas nama Taufik Hidayat), ganda campuran (Nova Widianto/ Lilyana Natsir). Sedangkan pasangan Chandra Wijaya/ Sigit Budiarto meraih juara kedua. Ia mengakui, cabang bulu tangkis berbeda dari cabang olahraga lain. ''Kalau cabang olahraga lain, menjadi juara nasional sudah bangga tetapi tidak demikian dengan bulu tangkis karena memang sudah mendunia,'' katanya. Ia mengatakan, kalau pebulu tangkis Indonesia kalah di luar negeri akan dicaci maki, tetapi kalau keluar sebagai juara sudah dianggap hal yang wajar. ''Pantas saja juara, tetapi kalau kalah akan dicaci maki,'' katanya menegaskan. Langkah yang dilakukan pada masa kepengurusannya, menurut Sutiyoso yang juga Gubernur DKI Jakarta, adalah melakukan pembinaan jangka panjang untuk melahirkan pebulutangkis yang mampu meraih prestasi di tingkat internasional. Oleh karena itu, katanya, pihaknya berharap dengan kepengurusan baru PBSI Jateng di bawah kemepimpinan HM Anwari bisa mempopulerkan cabang ini. ''Kita akan dapat bibit unggul apabila cabang bulu tangkis populer di masyarakat. Jateng sudah lama tidak menelorkan jago-jago dunia, makanya saya berharap di Jateng muncul 'Retno Kustiyah', 'Liem Swie King', dan 'Haryanto Arbi' yang baru,'' katanya. Jateng, katanya, jangan hanya mengandalkan pada PB Djarum Kudus saja tetapi pihaknya berharap di Semarang, Solo, dan daerah lain muncul klub-klub bulu tangkis baru. ''Tugas PBSI Jateng sekarang ini adalah mencari dan memunculkan pebulu tangkis andal melalui pembinaan yang dilakukan di daerah-daerah,'' katanya. (ant, H32-28) |