logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Agustus 2007 NASIONAL
Line

Tim Seleksi KPU Dinilai Banyak Lakukan "Kreasi"

JAKARTA- Hasil yang diumumkan oleh Tim Seleksi (Timsel) calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), terus menimbulkan pertanyaan, karena rekam jejak dari peserta seleksi tidak diperhatikan. Selain itu, seleksi yang lebih diarahkan ke tes psikologi tersebut juga dinilai hanya sebagai "kreasi" dari tim tersebut.

"Yang diamanahkan oleh undang-undang adalah tes tertulis. Mengapa tes tertulis itu dikreasikan menjadi psikotes? Padahal, tes tertulis itu juga sudah berkaitan dengan kemampuan, pengetahuan dan pengalaman individu soal kepemiluan," kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti dalam diskusi bertema "Tim Seleksi KPU" di Gedung DPD RI Senayan Jakarta, Jumat (3/8).

Ray sendiri termasuk calon yang mendaftar seleksi, namun tidak mengikuti psikotes tersebut. Dalam kesempatan itu, dia mengkritik model seleksi KPU, yang dinilainya janggal. Misalnya, dari peserta tes yang mencapai 270 orang, hanya lolos 45 orang saja. Sebab, tidak ada ketentuan yang mengatur jumlah yang lolos tes adalah 45 nama.

"Darimana munculnya angka 45 itu juga bagian dari kreasi Timsel. Kita tidak tahu, dari mana angka itu muncul. Padahal, dalam UU-nya disebutkan bahwa orang yang gugur adalah yang sudah dua kali mengikuti ujian," kata dia seraya menambahkan, tes tersebut diujikan secara sekaligus.

Yang pertama diujikan adalah pengetahuan soal kepemiluan. Sedangkan yang kedua diujikan kesetiaan terhadap Pancasila dan integritas pribadi. Hasil ujian itulah yang mengukur, apakah seseorang layak masuk.

"Tapi ini kan tidak. Baru sekali diuji, itupun diluar ketentuan. Selain itu, alat ukur ujinya pun sekunder, bukan primer. Tapi bisa mendiskualifikasikan seseorang yang mengikuti tes."

Wakil Ketua DPD Laode Ida tidak setuju adanya penyelenggaraan seleksi ulang bagi calon anggota KPU yang gagal dalam proses seleksi.

"Tidak perlu diulang, karena panitia sudah menjalankan UU. Timsel memiliki otoritas untuk melakukan tes tertulis," ucapnya.

Ketua Pansus Pemilu Ferry Mursyidan Baldan mengatakan, dirinya belum melihat gambaran bagaimana nantinya calon-calon anggota KPU tersebut menyelenggarakan Pemilu. "Kita tunggu 21 nama yang diajukan oleh Presiden kepada DPR untuk dilakukan fit and proper test. Yang jelas, cara Timsel menyeleksi perlu dipertanyakan." (H28-48)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA