logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Agustus 2007 NASIONAL
Line

Dari "si Doel" sampai "Bajuri"

  • Pilkada DKI

SLOGAN "Jakarta Untuk Semua" kini nampak menyebar di berbagai sudut ibukota. Slogan itu diusung pasangan calon gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dan Prijanto. Pasangan yang didukung dua puluh partai, empat diantaranya adalah partai besar di Indonesia, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), agaknya lebih memilih keragaman yang ada di ibukota untuk menarik hati dan simpati masyarakat Jakarta yang heterogen.

Bermacam janji pun dilontarkan kubu Foke, sapaan akrab Fauzi. Dalam kampanyenya, wakil gubernur yang mendampingi Sutiyoso ini berjanji untuk memperbaiki keadaan Jakarta.

Masalah pengangguran pun tak luput dari soroton pria betawi ini. Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) Foke berharap dapat mengurangi tingkat pengangguran. Inti dari program ini adalah dengan memberikan modal di tiap kelurahan yang selanjutnya dibagikan pada warga marginal di wilayahnya untuk menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri.

Foke juga menyiapkan program untuk mengatasi masalah klasik ibukota, yaitu kemacetan. Walau sadar kemacetan tidak dapat diatasi dalam waktu singkat, lelaki berkumis tebal ini berusaha mengurai masalah tersebut dengan tetap melanjutkan program mass rapid transportation yang menurutnya merupakan salah satu cara yang tepat untuk solusi kemacetan di Jakarta.

Untuk menyosialisasikan program dan menarik massa dalam kampanye, kubu Fauzi-Prijanto menggunakan cara lama, menggaet artis sebagai juru kampanye (jurkam). Dari sederet artis-artis yang berlabuh di kubu Foke, nama Rano 'Doel' Karno mungkin yang paling sering muncul. Rano bahkan tampil bersama 'anggota keluarga' Doel lainnya seperti Atun (Suti Karno), Emak (Aminah Cendrakasih), Karyo (Basuki), dan Mandra.

Mereka bersama-sama mengajak masyarakat ibukota untuk memilih pasangan Fauzi Bowo-Prijanto pada pilkada mendatang baik di media cetak, elektronik, spanduk maupun pada kampanye langsung di hadapan massa yang hadir. "Kita pilih orang yang sudah paham," demikian ajakan keluarga Si Doel pada masyarakat.

Selain keluarga si Doel, artis lain yang menjadi pendukung kubu Foke adalah deretan artis dangdut seperti Jaja Miharja, Raja Dangdut Rhoma Irama, Evie Tamala, Kristina, dan Meggy Z.

Pedangdut-pedangdut ternama tersebut secara bergiliran menghibur massa pendukung Foke yang hadir pada kampanye pasangan tersebut. Bahkan Jaja menyanyikan lagu khusus untuk kampanye calon yang didukungnya dengan judul "Ogah Nyang Laen". Selain itu, untuk mendekatkan kepada masyarakat, tim kampanye Fauzi-Prijanto juga mendirikan posko-posko yang berlabel Fauzi Bowo Center (FBC).

Ingin Kebersihan

Mengusung slogan "Ayo Benahi Jakarta" kubu Adang Daradjatun-Dani Anwar yang didukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajak masyarakat ibukota bersama-sama membenahi Jakarta baik di bidang transportasi, pendidikan, pengangguran dan kemiskinan, serta kebersihan.

Namun, Bang Adang - sapaan terkini Adang - menempatkan kebersihan sebagai prioritasnya bila terpilih menjadi gubernur. Pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) menurut mantan Wakapolri ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi banjir yang hampir tiap tahun melanda Jakarta.

Untuk masalah ekonomi, Adang melihat kemiskinan erat kaitannya dengan pengangguran, akses pendidikan dan kesehatan. Masalah pengangguran dia yakin lembaga ekonomi mikro merupakan solusi terbaik dengan pemberian modal dan pembinaan kepada warga.

Sementara untuk masalah pendidikan, pria kelahiran Bogor 58 tahun silam ini menjanjikan pendidikan gratis hingga tingkat SMU.

Sebagai langkah awal mungkin siswa hanya membayar baju seragam dan buku saja. Alumnus Akabri Kepolisian (sekarang Akademi Kepolisian) Semarang ini menyatakan hanya akan mempertahankan program busway untuk mengatasi masalah lalu lintas di Jakarta. Selain busway program lain yang akan didorong adalah kereta api listrik (KRL) dengan menggandeng pihak PT Kereta Api.

Sama halnya dengan pesaingnya, pasangan Adang-Dani juga memanfaatkan ketenaran artis ibukota untuk mensosialisasikan programnya pada masyarakat luas. Bila kubu Foke punya keluarga Doel, maka kubu Adang memilih Mat 'Bajuri' Solar sebagai jurkam. Bahkan Mat Solar rela menyupir bajaj sebagaimana lakonnya dalam sinetron guna mendampingi kampanye Adang di kawasan Jakarta Utara. Walaupun tercatat sebagai penduduk Tangerang, Banten dan tidak punya hak pilih, dia ikhlas menjadi jurkam Adang. "Tangerang kan Betawi yang 'dijajah' Banten," candanya.

Deretan artis lain di belakang pasangan Adang-Dani antara lain Anwar Fuadi, Dorce Gamalama, Nugie, Cut Keke, Tarsan, Tessi, dan Tessa Kaunang. Mereka rela berpanas-panas bersama jagonya mengajak warga ibukota memilih pasangan Adang-Dani sebagai gubernur. Selain artis pasangan Adang-Dani juga mendapat dukungan dari Forum Betawi Rempug (FBR) dan Keluarga Besar Purnawirawan Polri. (Wisnu Wijanarko-49)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA