logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Agustus 2007 NASIONAL
Line

Tiga Pemain Tak Bisa Tampil

  • Lawan Sriwijaya FC Malam Ini

SM/Budi Winarto BUANG BOLA: Maman Abdurahman membuang bola yang akan direbut Zoubairou dalam game di Stadion Jatidiri, Jumat (3/8). (30)

SEMARANG- Kekuatan PSIS belum lengkap saat menjamu Sriwijaya FC pada laga perdana putaran kedua Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2007 di Stadion Jatidiri, malam ini. Tiga pemain intinya belum bisa diturunkan Pelatih Bonggo Pribadi. Meski demikian, dengan modal semangat dan motivasi tinggi, dia optimistis bisa meraih poin penuh. Pemain-pemain lokalnya akan dioptimalkan.

Tiga pemain yang tidak bisa tampil adalah Didier Koutouzi, Igor Joksimovic, dan Marthen Tao. Didier dan Igor belum disahkan Badan Liga Indonesia dan PSSI lantaran persyaratan administrasinya kurang lengkap. Sedangkan Marthen Tao masih dalam tahap penyembuhan cedera retak tulang kering kaki kirinya.

"Para pemain lokal tidak kalah bagus. Biasanya, semangat dan motivasinya lebih tinggi. Itu modal utama menghadapi tim berkualitas seperti Sriwijaya FC," ungkap salah seorang pemain, Maman Abdurahman.

"Lawan memang berat. Namun, kami harus tetap optimistis walau hanya tiga pemain asing yang bisa diturunkan," imbuh personel timnas itu.

Pola 4-4-2

Untuk menghadapi skuad asuhan Rahmad Darmawan, Bonggo sudah menyiapkan anak-anak asuhannya secara matang. Dari latihan selama ini, pria asal Surabaya itu cenderung memainkan pola 4-4-2. Itu berbeda saat putaran pertama lalu yang memakai 3-5-2.

Soal pemain yang diturunkan, dia belum bisa menentukan. Namun, yang pasti, posisi M Ridwan di timnas yang dimainkan di bek sayap kiri tidak akan diubah.

Sedangkan Khusnul Yaqien yang biasanya main di lini depan, akan ditempatkan sebagai wing back kanan. Sedangkan pemain asing yang bisa diturunkan hanya Julio Lopez, Joao Carlos, dan Zoubairou.

"Jika pemain kompak dan punya kemauan untuk menang serta tampil bagus, peluang menang sangat terbuka," ujar mantan pemain Pelita Jaya itu.

Lawan disebutnya didukung materi pemain berkualitas dan merata di segala lini. Apalagi, sang aristek Rahmad Darmawan dikenal andal dalam menyusun strategi. Meski demikian, skuad Mahesa Jenar tidak gentar sedikit pun menghadapi mereka. Bonggo sudah menyiapkan taktik meredam permainan tim tamu.

Karakter permainan anak-anak asuhan Rahmad pada putaran kedua ini dinilainya tidak berubah. Dikemukakan, mantan arsitek Persija Jakarta Pusat itu menyukai permainan sederhana. Hanya satu dua sentuhan. Selain itu formasi bakunya tetap 4-4-2. "Cara mainnya pasti sama dengan putaran pertama lalu. Anak-anak sudah tahu cara mengatasinya," papar Bonggo.

Maman pun mengakui materi tim "Wong Kito" banyak yang berkualitas. Di antaranya, Ferry Rotinsulu, Kharis Yulianto (timnas senior), Tony Sucipto, dan Cristian Worabay. Sedangkan pemain asingnya juga bagus, terdiri atas Renato Elias, Zah Rahan, Anoure Obiora, Cristian Lenglolo, dan ekspatriat baru Keith Jerome Gumbs.

"Dari pemain lawan, yang perlu diwaspadai Zah Rahan, Obiora, dan Lenglolo. Mereka kunci permainan. Meski demikian, pemain lain tidak boleh dipandang sebelah mata," tuturnya. "Pemain sudah tahu tugas-tugasnya. Tidak perlu instruksi khusus untuk menjaga salah satu pemain lawan. Semuanya berbahaya dan berpeluang cetak gol. Kami harus waspada," tandas Bonggo. (H13, H29-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA