logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Agustus 2007 NASIONAL
Line

Nuansa Semarangan di "Empat Mata"


SM/Achiar MP AYAH TUKUL: Abdul Wahid, ayah komedian Tukul Arwana tampil beberapa menit dalam "Empat Mata" yang disiarkan langsung dari halaman Balai Kota Semarang, semalam.(30)

KEJUTAN kecil dimunculkan komedian Tukul Arwana ketika memperkenalkan tamu ketiganya, setelah biduanita Uut Permatasari dan sineas Garin Nugroho. "Tamu saya yang satu ini, dikenal dengan prestasinya sebagai macan festival. Ini dia, Harvey Malaiholo!"

Lantas, dari peranti sound system mengalun suara bertimbre bariton. Lagunya "Aku Jatuh Cinta", lagu yang dipopulerkan oleh Broery Pesolima. "Janganlah kau berkata benci, walau hatimu tak sudi...."

Ya, ribuan penonton yang mengikuti siaran langsung "Empat Mata" di halaman Balai Kota, Semarang, semalam, sengaja dibuat penasaran oleh Tukul. Hampir sebait lagu itu dinyanyikan, penyanyi yang melantunkannya belum juga nampak batang hidungnya. "Mana pernah kutahu, jatuh cinta padamu. Di dalam hati ini sayang, hanya namamu."

Begitu penyanyi muncul, pecahlah tepuk tangan penonton. Siapa yang tampil? Pemilik suara merdu itu, tak lain tak bukan, Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip. Berbeda dari penampilan pertamanya di "Empat Mata" beberapa bulan lalu, semalam Sukawi tampil lebih enjoy, relaks, dan tidak terlihat tegang. Kesempatan tampil di acara itu dimanfaatkan betul untuk memaparkan rencana menggelar Semarang Pesona Asia (SPA), city walk Kota Lama, dan upaya mengangkat wisata kuliner Semarang.

Siaran langsung program unggulan Trans-7 itu merupakan rangkaian dari roadshow "Empat Mata". Khusus untuk Semarang, dikemas dengan dengan tajuk "Tukul Pulang Kampung". Itu sangat tepat, mengingat Tukul wong Semarang asli. Tukul merupakan komedian kelahiran Perbalan, Semarang Utara.

Tampil di "kandang" sendiri, Tukul yang mengenakan beskap dan blangkon, edan-edanan untuk mempromosikan Semarang. Dia mengeksplorasi pengalaman hidupnya di Semarang, sebagai kernet angkuta. "Selamat malam, warga Panggung, Kedungmundu, Galwareng (Tegalwareng-Red), Karangayu, Johar, Kendal, Weleri.... Ya, apal, bekas kernet kok," katanya ketika memulai acara, yang segera disambut tawa penonton.

Nuansa semarangan semakin kuat dengan hadirnya sederet bintang tamu. Selain wali kota, Garin Nugroho dan Uut Permatasari memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Semarang. Garin merupakan alumnus SMA Loyola Semarang, sementara Uut pernah tinggal di Semarang, ikut dengan tantenya. Kehadiran Abdul Wahid, ayah Tukul Arwana sebagai cameo, juga semakin menguatkan tajuk "Tukul Pulang Kampung".

"Semarang bagi saya home sweet home banget. Kalau tidak, mana mungkin muncul komedian sekelas Tukul," kata Garin memuji Tukul. "Dan juga tak ada sutradara sehebat Garin," Tukul balas memuji.

"Semarang punya Simpanglima, yang punya daya tarik besar bagi orang untuk datang. Potensi itu kalau digarap, misalnya dengan menggelar karnaval besar tentu akan semakin menarik lagi," imbuh Garin. (Achiar M Permana-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA