logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Agustus 2007 MURIA
Line

WORO WORO

Penggratisan KTP Dihapus

BLORA- Komisi A DPRD meminta Pemkab meninjau kembali kebijakan pembebasan retribusi penggantian biaya cetak kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan akta kelahiran.

Selain karena tidak ada undang-undang yang mengatur penggratisan biaya cetak ketiga produk catatan sipil itu, Komisi A menilai, pendapatan asli daerah (PAD) berkurang cukup signifikan akibat kebijakan tersebut.

"PAD berkurang sekitar Rp 5 miliar karena kebijakan pembebasan retribusi penggantian KTP, KK dan akta kenal lahir," ujar Ketua Komisi A, Martono, kemarin.

Dia yang didampingi anggota Komisi A lainnya, Ahmad Zaidi dan Subandi Rais, mengemukakan, belum lama ini komisi yang dipimpinnya melakukan studi banding di sejumlah kabupaten dan kota di Jatim dan Jateng.

Dari beberapa daerah yang dikunjungi tersebut, pembebasan biaya cetak KTP tidak diberlakukan merata bagi semua warga. Melainkan hanya untuk kategori tertentu saja, seperti warga miskin, orang lanjut usia, dan korban bencana alam. (H18-76)

Modul Jiplakan Ditarik

KUDUS- Modul jiplakan yang telah dibagikan Dinas Pendidikan kepada kelompok keaksaraan fungsional (KF) se-Kudus, akhirnya ditarik kembali. Dinas Pendidikan Kudus mengambil langkah tersebut karena mengakui ada kesalahan prosedur dalam pembuatan modul.

"Mulai hari ini, modul akan ditarik, karena kami mengakui ada kesalahan prosedur," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan, Noor Yasin, saat berkoordinasi tentang masalah tersebut dengan pelaksana kelompok KF se-Kudus, Jumat (3/8). Langkah itu merupakan tindak lanjut dari pemanggilan Bawasda terhadap Kabid PLS, Bambang Purnomo, dan Kasi Pendidikan Masyarakat dan Prasekolah, M Anshory, Kamis (2/8). (son-76)

Nurhadi dan DPC PPP Akan Islah

JEPARA - Perseteruan kader kawakan PPP Jepara HM Nurhadi SH MM dengan DPC PPP Kabupaten Jepara, tampaknya akan berakhir. Baik kubu Nurhadi maupun pengurus, sepakat islah (damai) setelah mereka berseteru akibat buntut Pilkada Jepara 2007 itu.

"Pemilu tinggal dua tahun lagi. Kalau ada cara baik untuk membesarkan partai, mengapa harus ribut-ribut sebab justru akan membuat musuh partai tertawa," tandas Nurhadi, saat perjamuan makan siang di Gedung DPRD Jepara, seusai pelantikan H Masnukhin BA menjadi ketua DPRD, dan pergantian anggota antarwaktu (PAW) H Ali Ahmadi, Kamis lalu. Kedua kader PPP itu sama-sama menggantikan H Achmad Marzuqi (ketua DPRD 2004-2009) yang terpilih menjadi wakil Bupati Jepara. (kar,J4-54)

Bangun Rumah, Hindari Pantai

REMBANG- Untuk menghindari ancaman abrasi seperti di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, yang mengakibatkan sejumlah rumah roboh, tidak ada cara paling aman selain menghindari dari bibir pantai ketika mendirikan rumah.

Bupati H Moch Salim mengemukakan hal itu ketika menghadiri acara dinamika pembangunan dan pemerintahan di pendapa Kecamatan Sarang, kemarin. Dikatakan, membuat bangunan atau rumah seharusnya tidak terlalu mepet dengan bibir pantai, minimal berjarak satu kilometer dari air pasang. Jarak itu merupakan batas aman untuk permukiman sehingga tak akan terkena ancaman abrasi.

Namun, hal itu tidak mudah dilakukan. Pasalnya, kebiasaan masyarakat nelayan adalah membuat rumah di pinggir pantai. Kebiasaan itu bukannya tanpa alasan, karena untuk melancarkan pekerjaan nelayan. (jl-76)

Begu KUD Sebulan Terpendam

PATI - Upaya mengangkat begu milik KUD Sarono Mino Kabupaten Pati dari lumpur yang merendam di Pantai Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, akhirnya pengurus KUD minta bantuan Diskimpras.

Hingga Jumat kemarin alat berat itu masih terpendam di lokasi tersebut hampir satu bulan.

Kepala Diskimpras, Ir H Suharyono MM, ketika ditanya menyatakan sebelum mengirim alat berat untuk mengangkat pihaknya telah menugaskan staf untuk mengecek ke lokasi. Dari laporan yang diterima, ternyata lokasinya cukup sulit karena satu-satunya tempat yang bisa bisa digunakan mengoperasikan alat berat penarik hanyalah sebuah pematang tambak. Padahal, antara pematang terdapat dua petak tambak.

Di samping itu, agar alat berat Diskimpras bisa masuk ke lokasi harus lewat di jalan Desa Banyutowo. Jika menggunakan truk tronton, tentu muncul masalah dalam mencari lokasi untuk memutar kendaraan.

Sebab, satu-satunya jalan menuju ke lokasi tenggelamnya begu harus melewati tanah pekarangan milik warga. ''Di atas tanah tersebut terdapat banyak pohon mangga dan kelapa,''ujarnya.(ad-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA