logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Agustus 2007 MURIA
Line

Sutiyono "Berdialog" dengan Kayu

MENGGABUNGKAN kecintaan seni dengan ajaran agama adalah potret kehidupan Sutiyono Abdullah (45). Pria ini berprofesi sebagai guru di MTs NU Kradenan, guru ngaji, sekaligus seniman kaligrafi.

Mulanya, Sutiyono gemar melukis, tapi karena banyak rambu-rambu agama, ia beralih menjadi seniman kaligrafi.

Ia mulai gemar membuat kaligrafi sejak tahun 1980. Waktu itu menggunakan media gabus, semen, dan triplek. Sejak 2004, ia memilih kayu sebagai media ekspresi. Kayu jati menjadi bahan utama kaligrafinya.

Bahan-bahan tersebut diperoleh secara kiloan dari penggergajian kayu, juga sisa kayu dari warga kampung. "Kayu jati sisa penggergajian biasanya dihargai Rp 3.000/kilogram. Kalau ada penduduk yang punya kayu bagus, ya saya beli dengan harga pantas," akunya.

Pada intinya, Sutiyono lebih menyukai kayu-kayu bekas. Warga Mlati Norowito, RT 7 RW 2, Kecamatan Kota, Kudus itu, mulanya membuat kaligrafi kayu untuk koleksi pribadi.

Sumber Inspirasi

Meski hanya berniat untuk mengoleksi, masih ada saja orang yang menawar karya Sutiyono. "Ya kalau suka, ya saya lepas. Tapi dulu yang saya jual, ukurannya kecil-kecil saja, paling cuma 200-300 ribuan," jelasnya.

Untuk beberapa karya, ia masih merasa eman menjual. Ada filosofi menarik Sutiyono dengan karya-karyanya. "Sebelum menatah, saya harus berdialog dengan kayu," kata Sutiyono.

Bukan berarti ada dialog verbal, namun Sutiyono berusaha memahami materi kayu, bentuk, dan inspirasi yang didapatnya.

"Secara alami, bentuk kayu bisa menjadi sumber inspirasi karya," tegasnya.

Makanya sekarang ia lebih berkonsentrasi dengan bahan kayu fosil. "Fosil maksudnya, kayu-kayu yang terbentuk alami oleh alam. Bentuk-bentuk ini akan saya turuti, sebagai landasan membuat karya," jelasnya.

Ya begitulah Sutiyono. Gemar menuruti bentuk alami kayu tanpa "memperkosanya" menjadi bentuk lain.(Sony Wibisono-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA