logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Agustus 2007 KEDU & DIY
Line

Banyumudal, Sumber Air yang Selalu Kekeringan

BARAT ayam mati di lumbung padi, begitulah kondisi Desa Banyumudal pada musim kemarau saat ini. Bagaimana tidak, meskipun di desa itu terdapat sumber mata air cukup besar yang digunakan PDAM, namun sebagian warganya selalu kekurangan air pada musim kemarau.

Dari lima dusun di desa itu, yakni Jurutengah, Pucung, Karangmalang, Tugu, dan Gununggandung, dua dusun terakhir tercatat sebagai pelanggan kekeringan saat musim kemarau. Sumur sudah mengering dan mata air mulai mengecil. Antre air bersih pun sudah menjadi tradisi bagi sebagian warga saat hujan tak pernah turun.

Sebagian petani juga mengeluhkan kesulitan air untuk tanaman mereka. Air makin berkurang, sejak sekitar tahun 1985 PDAM memasang lagi satu pipa besar di mata air Ledeng. Air dari mara air itu kemudian dialirkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen perusahaan daerah tersebut di wilayah Gombong.

"Memang, mata air di desa ini untuk kebutuhan warga di bawah. Meski kami kekeringan, tidak bisa apa-apa," ujar Sekdes Banyumudal Supriyadi, kemarin.

Selain mata air Ledeng, di desa itu terdapat satu mata air yang cukup besar, yakni mata air Teleng. Mata air itulah yang dipergunakan warga untuk memenuhi kebutuhan keseharian dan irigasi sawah mereka. Sayangnya, kondisi air di sumber air itu makin mengecil.

"Hutan yang gundul adalah salah satu penyebab mengecilnya air yang keluar dari sumber tersebut," katanya.

Memang, pihak desa telah memikirkan upaya menanggulangi kekeringan, sehingga warga tidak harus bangun tengah malam untuk antre air bersih. Apalagi sampai berjalan jauh mencari sumber yang masih mengeluarkan air. Namun pihak desa seolah-olah patah arang melihat kondisi kekeringan yang sulit ditanggulangi.

Berdasarkan catatan perangkat di desa itu, empat RT dengan jumlah 160 keluarga di Dusun Tugu dan 100 keluarga di Dusun Gununggandul krisis air bersih. Data itu berbeda dari data di Dinas Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat dan Sosial (Kesbanglinmassos), yang mencatat kekeringan hanya terjadi di Dusun Tugu dengan 75 keluarga atau 210 jiwa.

Saat musim kemarau memuncak, sejumlah mata air diserbu warga desa sebelahnya, yakni Desa Tugu, yang juga dilanda krisis air bersih. Dengan membawa jerigen, warga berduyun-duyun memenuhi mata air.

Memang, secara umum kondisi wilayah Kebumen merupakan daerah pantai dan pegunungan. Sebagian besar merupakan dataran rendah. Pada tahun 2006, jumlah penduduk secara keseluruhan 1.273.786 orang, dengan sebaran di desa dan kecamatan di sepanjang daerah pegunungan. (Supriyanto-66)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA