| Sabtu, 04 Agustus 2007 | INTERNASIONAL |
LINTAS JAGATGalak Justru DipromosiNEW YORK - Bagaimana cara sukses di tempat kerja? Survei terbaru menunjukkan, salah satu caranya adalah dengan menekan para bawahan. Riset itu menyimpulkan, tiran di tempat kerja tidak pernah dihukum, justru mendapat promosi jabatan. Riset terhadap 240 responden global itu dilakukan oleh Anthony Don Erickson, Ben Shaw dan Zha Agabe dari Bond University Australia. Hasil penelitian dipaparkan pada konferensi manajemen akhir pekan ini. "Sebanyak 64,2 persen responden menunjukkan, tidak ada sesuatu yang positif dalam diri pemimpin mereka. Hal itu tentu sangat merisaukan," kata peneliti. Atasan yang "kejam" memang sukses di tempat kerja. Namun, menurut kesimpulan studi, atasan semacam itu menyebabkan berbagai gangguan pada bawahan seperti mimpi buruk, insomnia, depresi, dan kelelahan mental. Tim peneliti menyarankan para pimpinan tertinggi untuk ikut menghentikan perilaku otoritarian yang makin meningkat di tempat kerja. Menurut mereka, para pimpinan yang tidak berbuat sesuatu dan malah mempromosikan para manajer seperti itu makin menambah parah persoalan. Hasil penelitian itu akan dipaparkan pada konferensi tahunan Academy of Management, di Philadelphia.(rtr-gn-25) Terminal Bus Dibom MANILA - Dua ledakan bom mengoyak sebuah terminal bus di Filipina selatan Jumat kemarin. Seorang tewas dan beberapa orang terluka. Kepala Kepolisian Provinsi Cotabato Selatan Robert Kuinisala mengatakan, seorang pria tewas sektika saat bom pertama meledak pada pukul 17.30 waktu setempat di terminal bus Kota Koronadal. Beberapa menit kemudian, sebuah bom meledak di dalam bus yang sedang diparkir. "Kami sudah mengerahkan tim untuk menyelidiki insiden itu," kata dia. Dia menambahkan, kelompok teroris diduga kuat sebagai pelaku serangan. "Perusahaan bus menerima telepon pada pagi hari dari kelompok yang menyebut diri al-Khobar." Pada 7 Juli lalu, sebuah bom meledak di terminal itu, namun tak ada korban karena para penumpang baru saja meninggalkan bus. Menurut polisi, serangan bom Jumat kemarin adalah serangan ke-10 terhadap terminal bus sejak April lalu di Pulau Mindanao. Serangan-serangan tersebut menewaskan 20 orang dan 50 orang terluka.(rtr-gn-25) Oposan Musharraf Dibebaskan ISLAMABAD - Mahkamah Agung Pakistan Jumat kemarin membebaskan seorang pemimpin senior oposisi yang dipenjarakan sejak 2004 atas tuduhan pengkhianatan karena mengkritik militer. Javed Hashmi dari Liga Muslim Pakistan pimpinan mantan perdana menteri Nawaz Sharif dihukum 23 tahun penjara karena menyebarkan surat yang mengecam Presiden Pervez Musharraf. "Majelis hakim menyetujui permohonan pembebasan dengan jaminan bagi Javed Hashmi," kata juru bicara partai Siddiqui Farooq. Kasus itu adalah keputusan penting pertama yang dijatuhkan Mahkamah Agung sejak 20 Juni. Ketika itu, pengadilan membatalkan pemecatan oleh penguasa militer Musharraf terhadap ketua Mahkamah Agung. Pengaktifan kembali Ketua Mahkamah Agung Iftikhar Mohammad Chaudhry dianggap sebagai pukulan keras terhadap Musharraf. Hal itu juga menandakan pengadilan makin independen.(ant-25) |