| Jumat, 03 Agustus 2007 | NASIONAL |
KISAH Orang-orang Terkaya Indonesia (2)Putera, Jet Pribadi dan Rolls Royce
DARI 150 nama orang terkaya Indonesia versi terbaru majalah Globe Asia, Edisi Agustus 2007, terdapat tiga nama yang mencolok dari daftar itu. Yakni, Budi Hartono, Rachman Halim dan Putera Sampoerna. Ketiga nama itu melambung berkat industri rokok, dengan total kekayaan mencapai 9,9 miliar dolar AS, sekitar Rp 90,09 triliun atau sekitar 21,24% dari total kekayaan 150 nama dalam daftar itu. Pemeringkatan ini didasarkan pada kepemilikan saham oleh masing-masing individu, baik di perusahaan publik maupun nonpublik. Total kekayaan dalam daftar itu mencapai 46,6 miliar dolar AS. Sementara itu, total kekayaan 147 orang terkaya lainnya, bergerak dalam bisnis manufaktur, infrastruktur, agroindustri, dan jasa, sebesar 36,7 miliar dolar AS atau Rp 333,9 triliun (78,76%). Bos Djarum Kudus, Budi Hartono berada di urutan pertama dengan kekayaan 4,2 miliar dolar AS atau Rp 38 triliun. Rachman Halim dari Gudang Garam urutan kedua 3,5 miliar dolar AS atau Rp 31,85 triliun. Dan mantan pemilik HM Sampoerna, Putera Sampoerna, berada di urutan kelima dengan kekayaan 2,2 dolar AS miliar atau sekitar Rp 20,02 triliun. Generasi Ketiga Nama Putera Sampoerna tak terpisahkan dari kelompok usaha PT HM Sampoerna. Dia memiliki pengalaman langsung dari perjalanannya mengembangkan sejumlah divisi dan industri di bawah payung perusahaan Sampoerna. Setelah menjadi Direktur Pengelola Agaliem Trading Sdn Bhd di Singapura tahun 1970, Putera kembali ke Indonesia tahun 1975 untuk memperluas jaringan bisnis keluarganya. Peran dan tanggung jawabnya mencerminkan kemajuan perusahaan, baik di Indonesia maupun di dunia intenasional, sebagai salah satu penyerap tenaga kerja dan pembayar pajak terbesar. Putera lahir di Belanda, 13 Oktober 1947 dan mendapatkan pendidikan internasional pertama di Diocesan Boys School, Hong Kong, kemudian di Carey Grammar High School, Melbourne dan berlanjut ke University of Houston, Texas. Dia memandang pendidikan sebagai kunci menuju perbaikan kehidupan masa depan. Dan bercita-cita menciptakan sebanyak mungkin kesempatan bagi peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan Indonesia. Putera adalah generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Kakeknya, Liem Seeng Tee adalah pendiri perusahaan rokok Sampoerna, 1913. Putera merupakan presiden direktur ketiga perusahaan itu, menggantikan ayahnya Aga Sampoerna. Tahun 2000, Putera mengestafetkan kepemimpinan operasional perusahaan (presiden direktur) kepada anaknya, Michael Sampoerna. Dia duduk sebagai Presiden Komisaris PT HM Sampoerna Tbk, sampai saham keluarga Sampoerna (40%) di perusahaan go public, dijual kepada Philip Morris International, Maret 2005, senilai Rp 18,5 triliun. Pria penggemar angka sembilan sebelum memimpin PT HM Sampoerna, lebih dulu berkiprah di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit milik pengusaha Malaysia. Kala itu, dia bermukim di Singapura bersama istri, Katie, keturunan Tionghoa warga Amerika Serikat. Dia mulai bergabung dalam operasional PT HM Sampoerna pada 1980. Enam tahun kemudian,1986, Putera dinobatkan menduduki tampuk kepemimpinan operasional PT HAM Sampoerna sebagai CEO (chief executive officer) menggantikani ayahnya, Aga Sampoerna. Di bisnis rokok, HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di Tanah Air, yakni rokok rendah tar dan nikotin. Tahun 1990-an Putera dengan kreatif mengenalkan produk rokok terbaru, A Mild, di tengah ramainya pasar rokok kretek. Toh perusahaan rokok lain mengikutinya. Awal 2006, Putera, menjadi pemilik perusahaan judi raksasa yang bermarkas di Gibraltar, The Mansion Casino. Pada saat yang sama, Mansion dilaporkan akan menggantikan Vodafone sebagai sponsor klub sepak bola Manchester United selama empat tahun dalam kontrak senilai 60 juta poundsterling, namun kontrak itu kemudian dibatalkan. Lalu beralih menjadi sponsor klub sepakbola Liga Inggris lainnya, Totenham Hotspurs sejak musim 2006-2007. Lewat perusahaan barunya saat ini, Sampoerna Strategic, Putera kini merambah bisnis properti di Rusia. Dia membeli dua rumah kasino di London, Ambassadors Casino dan The Mansion Casino. The Mansion Casino merupakan sponsor resmi klub sepak bola Divisi Utama Inggris, Tottenham Hotspurs. Berkat bisnis rokoknya saat itu, kini Putera memiliki jet pribadi yang terdaftar di Bermuda senilai 50 juta dolar AS (Rp 455 miliar), Cessna XLS dan helikopter Bell 427, diparkir di Halim Perdanakusuma. Putera kini bermukim di Singapura. Setiap ke Jakarta, tinggal di Penthouse Hotel Grand Hyatt, bertarif minimal 3.300 dolar AS (Rp 30 juta) per malam dan ke mana pun naik Rolls Royce Phantom. Luar Biasa Sampoerna didirikan 1913 di Surabaya oleh Liem Seeng Tee dan istrinya Siem Tjiang Nio, imigran Tionghoa dari Fujian, Tiongkok dengan nama Handel Maastchpaij Liem Seeng Tee. Kemudian berubah menjadi NV Handel Maastchapij Sampoerna. Perusahaan ini meraih kesuksessan dengan merek Dji Sam Soe, tahun 1930-an hingga kedatangan Jepang tahun 1942 yang memporak-porandakan bisnis itu. Setelah masa itu, putra Liem, Aga Sampoerna mengambil alih kepemimpinan dan membangkitkan kembali perusahaan itu dengan manajemen modern. Di tangan generasi ketiga, Putera Sampoerna PT Sampoerna melangkah lebih jauh dengan terobosan-terobosan seperti perkenalan rokok bernikotin rendah, A Mild dan perluasan bisnis melalui kepemilikan di perusahaan supermarket Alfa, dan perbankan. Namun, Maret 2005, Putera, memutuskan untuk banting setir ke sektor pertanian dan infrastruktur dengan menjual mayoritas saham PT HM Sampoerna senilai Rp18,5 triliun (40%) ke Philip Morris International Inc. Tindakan itu tentu sangat mengejutan. Sebab, perusaan rokok itu sedang berkembang dan pemiliknya tidak dalam kesulitan keuangan. Bahkan kinerja Sampoerna (2004) dalam posisi sangat baik dengan berhasil memperoleh pendapatan bersih Rp 15 triliun dengan nilai produksi 41,2 miliar batang. Perusahaan itu menempati posisi terbesar ketiga dengan menguasai 19,4% pangsa pasar rokok di Indonesia, setelah Gudang Garam dan Djarum. Mengapa Putera melepas perusahaan keluarga yang sudah berumur lebih dari 90 tahun ini? Putera menyatakan keluarga sedang menjajaki berbagai kemungkinan investasi, seperti pertanian dan infrastruktur. Dua tahun telah berlalu dari penjualan saham itu, industri rokok berkembang pesat. Ironisnya lagi, tiga raja rokok di Indonesia yang masuk dalam deretan Orang Terkaya Indonesia versi Globe Asia, edisi Agustus 2007, salah seorang di antaranya adalah Putera Sampoerna. Belakangan publik memahami langkah sensasionalnya sepanjang sejarah, sejak HM Sampoerna berdiri 1913, merupakan satu strategi bisnisnya luar biasa. Putera memang seorang pebisnis visioner yang mampu menjangkau pasar masa depan. Berbagai langkahnya seringkali tidak terjangkau pebisnis lain sebelumnya. Dia mampu membuat sensasi dalam dunia bisnis. Atas langkahnya itu, Putera pun mendapatkan penghargaan dengan menobatkan sebagai salah seorang Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005 versi Majalah Warta Ekonomi.(Budi Nugraha, Sasi Pujiati-77) | ||||