logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 01 Agustus 2007 PANTURA
Line

KELILING pantura

Karyawan Hasnatex Minta Di-PHK

KAJEN - Karyawan pabrik sarung tenun Hasnatex yang berlokasi di Desa Simbang Wetan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan minta agar diputus hubungan kerja (PHK). Kebijakan pabrik dengan pengurangan hari kerja membuat upah yang mereka terima tak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sejumlah pekerja Selasa (31/7) menghendaki agar di-PHK dan diberi pesangon sesuai peraturan ketenagakerjaan.

Jair (60), karyawan bagian tenun mengatakan, upah yang diterima sejak pengurangan hari kerja hanya sekitar Rp 5.200 per hari ditambah uang makan Rp 1.500. Pimpinan Serikat Pekerja Nasional (SPN) Hasnatex, Yatin mengatakan, pengurangan hari kerja sudah diberlakukan sejak sekitar enam bulan lalu. Karyawan hanya bekerja empat hari dalam seminggu sejak pukul 07.00 hingga pukul 12.00. Dua hari tak bekerja, karyawan mendapatkan ganti rugi Rp 5.000 hingga Rp 8.000.

Pimpinan Hasnatex, Hasan Amir saat dikonfirmasi tak mau berkomentar banyak tentang pengurangan jam kerja di perusahaannya. Dia hanya mengatakan, akan mempekerjakan karyawan secara penuh jika produknya yang menumpuk di gudang bisa terjual. (H26-61)

Pembangunan Gazon Menuai Kritik

BUMIAYU- Proyek gazon (pembatas jalan-Red) yang kini dilaksanakan di ruas kota Bumiayu, persisnya di depan kantor Polsek Bumiayu menunai kritik dari LSM Gugat Brebes. Sebab proyek itu dinilai justru akan menambah kesemrawutan lalu lintas.

Aktivis LSM Gugat, Slamet Riyadi menyatakan, keberadaan gazon belum saatnya diterapkan di ruas kota Bumiayu. Hal itu mengingat lebar jalan masih sangat kurang dibandingkan dengan volume kendaraan yang ada.

"Harus diingat, sekarang saja ruas kota sudah sangat sempit karena pada bahu jalan sudah digunakan untuk lahan parkir dan bongkar muat kendaraan pengangkut barang," kata dia, kemarin.

Kepala Dinas PU UPTD Bumiayu, Ahmad Satori ketika dikonfirmasi mengaku tidak tahu mengenai proyek gazon yang kini tengah dilaksanakan. "Kami belum diajak koordinasi sehingga belum bisa memberikan keterangan terkait proyek gazon," katanya. (tg-17)

Sejumlah Lahan

Sayur Diperiksa

PEMALANG - Sayuran yang ditanam di wilayah Pemalang dicurigai mengandung pestisida. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) pun turun memeriksa tanaman sayuran ke sejumlah lahan.

Kepala DKK dokter Brotoseno MARS didampingi Kabid Penyehatan Lingkungan Ir Joni mengemukakan, pemeriksaan mengambil sampel sayuran yang sudah dipetik maupun masih di lahan. Namun hasilnya belum diketahui.

''Kami membawa sampel sayuran ke Balai Laboratorium Kesehatan Semarang. Dalam waktu dekat ini sudah bisa diketahui hasilnya. Sementara untuk darah petani belum diambil sampel,'' katanya.

Latar belakang pemeriksaan terhadap sayuran itu bukan karena ada kasus keracunan obat pembasmi hama. Namun sebagai upaya pencegahan atau antisipasi munculnya penyakit masyarakat akibat keracunan sayuran. (sf-61)

Riskesdas untuk

Cegah Penyakit

TEGAL- Munculnya penyakit di masyarakat dewasa ini salah satunya dikarenakan kurangnya data kesehatan masyarakat. Pemerintah mulai tahun ini berencana melakukan upaya riset kesehatan dasar (Riskesdas) untuk mengetahui gambaran dasar kesehatan masyarakat.

Koordinator Penanggung Jawab Teknis Riskesdas Provinsi Jawa Tengah, Gendrowahyuhono MTH mengatakan, sebelumnya setiap daerah sudah melakukan survei kesehatan, namun belum mewakili secara nasional.

"Adanya otonomi daerah membuat sistem berubah, tiap kabupaten/kota melakukan sendiri-sendiri dan terpisah, Riskesdas kali ini lebih terarah," ujarnya saat pelatihan tenaga survei Riskesdas di Hotel Alexander Kota Tegal, kemarin. (J15-17)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA