| Rabu, 01 Agustus 2007 | OLAHRAGA |
Chris John OptimistisBANYUWANGI - Petinju dunia kelas bulu (57,1) WBA asal Indonesia, Johanes Christian John atau akrab disapa Chris John, akan diterima Menpora Adhyaksa Dault sebelum mempertahankan gelarnya di Kobe, Jepang 19 Agusus mendatang. Namun kapan kepastian harinya, Chris masih berkoordinasi dengan kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. ''Kami masih menunggu kabar dari Menpora. Yang jelas, ya sebelum kami berangkat ke Jepang antara tanggal 8 dan 9 Agustus. Rombongan kami berangkat dari Bali,'' ucap Chris John kepada Suara Merdeka, kemarin. Suami Anna Maria Megawati itu mengungkapkan, pertemuan dengan Adhyaksa menjadi penting karena itu berarti mendapatkan support langsung. Dengan demikian, kepergiannya ke Jepang diharapkan dapat memberikan kado khusus kepada bangsa Indonesia yang tengah merayakan HUT Kemerdekaan ke-62. Hal sama juga diharapkan pelatihnya Craig Christian. Menurut Craig, kemenangan atletnya akan menjadi hadiah buat bangsa Indonesia. Sebelum diterima Menpora, The Dragon, julukan Chris John, masih digenjot dengan program-program latihan yang diberikan Craig, termasuk sparring partner dengan empat petinju pilihan. Setiap ronde, Craig tampak memberikan arahan-arahan kepada Chris untuk melayangkan jab, upper cut, dan straight-nya. Setelah menjalani latihan lari 10 km di medan tanjakan, dia masih menjalani latihan lari-lari kecil di sekitar tempatnya menginap, Hotel Mirah Ketapang Banyuwangi. Mati-matian Bagi Chris John, mempertahankan gelar di Jepang bukan kali pertama. Petinju kelahiran Jakarta dan besar di Banjarnegara tersebut, pada 4 Juni 2004 bertanding melawan Osamu Sato, mantan juara dunia kelas bantam super WBA. Pada pertarungan yang digelar di Ariake Colosseum Tokyo itu, dia meraih kemenangan angka mutlak 12 ronde sekaligus mempertahankan gelar kelas bulu untuk kali pertama. Dalam situs resminya, anak pasangan Johan Tjahjadi dan Maria Warsini itu merasa yakin akan mengalahkan Zaiki Takemoto. Saat ini, Takemoto berada di peringkat ke-8 kelas bulu WBA. Untuk bisa mengalahkan petinju tuan rumah, Chris John harus berjuang mati-matian. Alasannya, di samping persiapan Takemoto lebih lama, pihak lawan pasti akan mendapatkan dukungan dari para penonton yang luar biasa karena Takemoto dilahirkan di kota tersebut. Takemoto, petinju berusia 28 tahun, pada 18 Maret lalu di Kobe dinyatakan menang technical decision pada ronde keenam atas Juan Gerardo Cabrera, petinju peringkat empat WBA dari Argentina. Pertarungan terpaksa dihentikan wasit pada ronde keenam setelah Takemoto mengalami pendarahan akibat benturan kepala ronde kelima. (A2-40) |