| Rabu, 01 Agustus 2007 | OLAHRAGA |
Australia Juga Incar VieiraBANGKOK-Jorvan Vieira tak hanya diminati Korea Selatan, setelah membawa Irak menjadi juara Piala Asia untuk pertama kalinya. Australia juga mengincarnya. Pelatih asal Brasil itu sudah bicara dengan perwakilan kedua tim nasional tersebut, kurang dari 24 jam setelah pasukannya menang 1-0 atas favorit kuat Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu malam lalu. "Saya berbicara melalui telepon dengan perwakilan Australia dan Korea Selatan yang menanyakan apakah saya berminat," katanya saat pesawatnya singgah sebentar di Bangkok. "Namun, soal itu masih terlalu dini. Saya ingin berlibur dulu sebelum memutuskan apa yang perlu dilakukan," tambahnya. Australia yang merupakan anggota baru AFC, sebelumnya menjadi salah satu favorit juara Piala Asia, setelah tahun lalu mampu melaju ke 16 besar Piala Dunia di Jerman. Negeri itu memang sedang mencari pelatih baru untuk menggantikan Graham Arnold, yang hanya mampu membawa Mark Viduka cs mencapai 8 besar. Tim berjuluk Socceroos itu mengeluhkan panas dan lembabnya Asia Tenggara. Mereka hanya menang sekali, dari tiga pertandingan penyisihan Grup A di Bangkok. Korea Selatan pasti ditinggalkan pelatih asal Belanda Pim Verbeek, yang membawa negeri itu menduduki peringkat ketiga. Klub Gelar juara direbut Irak melalui sundulan striker Younis Mahmoud pada menit ke-72. Keberhasilan itu disambut suka cita oleh warga dari negeri yang tercabik-cabik perseteruan sektarian dan invasi Amerika Serikat tersebut. Pemain, fans, bahkan Perdana Menteri Nuri al-Maliki sebenarnya meminta Vieira untuk bertahan sekaligus mempersiapkan tim mengikuti Pra-Piala Dunia 2010. Namun, pria berusia 54 tahun itu tidak tertarik memperpanjang kontrak karena kekacauan yang melanda Negeri 1001 Malam. Dia juga mengaku didekati timnas Maroko. Negara di Afrika itu tak asing bagi dirinya, karena dia pernah menjadi asisten pelatih timnas saat Piala Dunia 1986. Ketika itu mereka menjadi juara dari grup yang juga diisi Inggris, Portugal, dan Polandia. Sejumlah klub di Turki, Arab Saudi, Korsel juga mengajukan penawaran. Begitu pula Vasco Da Gama, klub dari negara asalnya tempat dirinya bermain pada 1970-an. Vieira mengaku hanya tertarik pada penawaran dari timnas, karena musim kompetisi antarklub sudah dimulai atau hampir berlangsung. "Banyak klub yang sedang dan sudah mempersiapkan diri, sehingga kemungkinan saya akan menghadapi banyak masalah," katanya. "Bila bergabung dengan tim nasional, saya punya banyak waktu untuk mengenal pemain, membentuk tim dan mempraktikkan strategi," tambahnya.(rtr,tok-22) |