| Rabu, 01 Agustus 2007 | MURIA |
WORO WOROPenampung Tetes PG Rendeng BocorKUDUS- Tabung penampungan tetes tebu (sari/nira tebu yang rendemennya di bawah standar) di Pabrik Gula Rendeng, Kudus, mengalami kebocoran, Senin (30/7), sekitar pukul 23.00. Akibatnya, sekitar 1.500 ton tetes tebu meluber dari tempat penampungan dan memenuhi pelataran gudang delivery order (DO) gula. "Diperkirakan kebocoran karena sambungan las pada penampungan aus. Untuk lebih jelasnya, kami masih memeriksa," kata Staf Personalia Bambang Wicaksono. Namun ia belum bisa memastikan apakah kerusakan itu merupakan penyebab utamanya. Pasalnya, saat ini pihak PG Rendeng masih menganalisa lebih lanjut penyebab-penyebab lain. Administratur PG Rendeng, Heri Krisman Irianto, belum bersedia ditemui karena meninjau langsung lokasi kebocoran. (son, J18-76). Budaya Petani Perburuk Kesuburan JEPARA- Penggunaan pupuk kimiawi berlebihan untuk mengolah lahan pertanian, menjadi salah satu budaya petani yang bisa memperburuk kesuburan lahan. Dalam jangka panjang, produktivitas lahan akan semakin berkurang. Di sisi lain, kampanye ke tingkat petani dalam sistem pengelolaan lahan yang sehat masih sangat rendah. "Jika budaya petani masih konvensional seperti ini, maka akan mengancam masa depan petani itu sendiri. Kebanyakan petani masih mengolah lahannya hanya dengan mengandalkan pupuk kimiawi, sehingga pelan namun pasti akan mengurangi kesehatan dan produktivitas lahan," kata Muid, Divisi Bidang Pertanian pada Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia (Lakpesdam) NU Jepara, Selasa (31/7). (H15-76) Nahdliyyin Perlu Peduli Pendidikan REMBANG - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H Muhamad Arwani Thomafi (Gus Aang) mengemukakan nahdliyyin perlu untuk melakukan pembenahan ulang pola, kerangka berpikir, dan kepedulian terhadap kualitas pendidikan. Dia yang hadir sebagai pembicara dalam diskusi bulanan Ma'arif di Gedung Ma'arif Lasem, Minggu (29/7) malam itu, menilai nahdliyyin sampai saat ini masih lebih peduli terhadap isu-isu politik daripada isu-isu pendidikan. "Padahal, pendidikan juga merupakan bagian terpenting bagi warga NU dalam menghadapi era yang sangat global seperti ini," tandasnya. (H19-69) Pendaftaran Pilkades Diperpanjang BLORA- Kepala Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) Sekretariat Daerah (Setda) Blora, Winarno, mengatakan, pihaknya telah menyusun jadwal waktu pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) secara cermat. Meski begitu, perpanjangan masa pendaftaran bakal calon kepala desa (Pilkades) dimungkinkan terjadi, jika hingga hari terakhir masa pendaftaran 3 Agustus, tidak ada bakal calon kades yang mendaftar. Berdasarkan jadwal yang dibuat, perpanjangan pendaftaran mulai 4-10 Agustus. "Kalau sudah ada misalnya dua calon bakal kades yang mendaftar, maka perpanjangan pendaftaran tidak diperlukan lagi," ujarnya, kemarin. Winarno yang juga mantan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Blora ini menyatakan, hingga kemarin ada laporan jumlah bakal calon kades yang sudah mendaftar di setiap desa yang akan menyelenggarakan pilkades. Kalaupun hingga Senin (30/7) setiap desa hanya ada satu bakal calon kades yang mendaftar, itu bukan menjadi ukuran sepinya peminat. Dia memperkirakan, bakal calon kades lainnya akan mendaftar di sisa waktu masa pendaftaran. (H18-76) |