| Rabu, 01 Agustus 2007 | KEDU & DIY |
MALIOBOROPengguna Putau DiringkusYOGYAKARTA - Diduga sebagai pengguna putau, dua orang pemuda diringkus petugas Satnarkoba Poltabes Yogyakarta. Dari kedua tersangka, Wisnu Kuncoro (27) dan Aditama (21) ditangkap secara terpisah Minggu lalu (29/7), petugas menyita dua gram zat terlarang yang disalahgunakan itu. Menurut Kasat Narkoba Poltabes Yogyakarta, Kompol Andry Triaspotra SIK didampingi Kanit II/Narkoba Iptu Jerry R Siagian, penangkapan berdasar informasi masyarakat. Tersangka Wisnu Kuncoro ditangkap di kawasan Laksda Adisucipto dan tersangka Aditama di kawasan Tambakbayan, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Sampai kemarin (31/7) Polisi masih mendalami asal barang terlarang tersebut maupun kemungkinan penyebarannya.(P58-39) Merapi Keluarkan Lagi Lava Pijar YOGYAKARTA-Setelah beberapa saat tampak ''tenang'' Gunung Merapi kembali mengeluarkan lava pijar sebanyak lima kali Selasa (31/7). Ada dugaan, lava tersebut muncul akibat gempa yang terjadi sehari sebelumnya. Menurut catatan petugas Pos Pengamatan Kaliurang, sejak Selasa pagi hingga siang terjadi lima kali muntahan lava pijar masing-masing pada pukul 08.30 dengan jarak 400 meter, pukul 09.09 sejauh 400 meter, pukul 10.35 bertambah jauh, 800 meter, pukul 11.01 hanya 500 meter, dan pukul 11.33 sejauh 800 meter. Petugas pos, Lasiman mengatakan, material pada muntahan kali ini meluncur ke arah Sungai Gendol atau lereng selatan Merapi. Dia menduga keluarnya lava pijar akibat gempa sehari sebelumnya yang berkekuatan 2,8 SR pada pukul 17.00.(D19-39) Seminar Keperawatan Patient Safety BANTUL - Seminar keperawatan bertajuk ''Aspek Hukum Praktik Mandiri Keperawatan yang Berorientasi pada Patient Safety'' digelar oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Bantul, Minggu lalu. Diikuti 350 peserta dari DIY dan Jateng, acara tersebut mengupas mengenai standar profesionalitas perawat serta konsep dasar patient safety yang aman, efektif, berfokus pada pasien, tepat waktu, efisien, dan wajar. ''Sentral pelayanan kesehatan masyarakat tertuju pada peran perawat. Untuk itu perawat perlu meningkatkan kemampuan dan kualitas pelayanan sembari Pemkab Bantul mengusahakan dana melalui APBD,'' ungkap Drs Gendut Sudarta, Sekda Bantul. Lebih lanjut dia mengemukakan, kualitas dan profesionalitas harus ditambah dengan kemampuan komunikasi serta hubungan kekeluargaan yang baik. Sekarang ini pelayanan tidak hanya kepada pasien namun juga masyarakat yang ingin mengetahui cara menghadapi penyakit. (D19-70) Musim Bediding Sudah Terasa YOGYAKARTA - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Yogyakarta memperkirakan kawasan Provinsi DIY segera akan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus sampai September mendatang. Namun puncak kemarau itu tidak akan berlangsung lama. Warga setempat saat ini menyebutnya bediding. Yaitu ketika malam suhu udara terasa dingin menggigit sementara itu saat siang cuaca terasa kering. Kepada wartawan di kantornya kemarin (31/7), Kepala BMG menjelaskan, pergeseran musim kemarau di DIY sekarang ini banyak dipengaruhi oleh efek pemanasan global. Karena itu, puncak musim kemarau yang biasanya Juni-Agustus sekarang terjadi pada Juli-September. Dari data yang ada diketahui sekitar 200.000 warga di Gunungkidul bakal mengalami kekurangan air bersih. Mereka tersebar di 600 dusun dalam 11 kecamatan.(P58-70) |