logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 01 Agustus 2007 KEDU & DIY
Line

Empat Jenis permen Terbukti Berformalin

YOGYAKARTA - Setelah mengoperasi 112 toko sejak pekan lalu, Balai Besar Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) DIY menyita satu kuintal makanan dari China yang mengandung formalin.

Kepala BPOM DIY Dra Atiek Harwati SU Apt menjelaskan, pihaknya menemukan permen berformalin produk China dan tidak terdaftar di Depkes. Temuan tersebut ada di 18 toko di berbagai wilayah di Yogyakarta.

''Sementara itu, pada operasi Senin (30/7) lalu kami menemukan 20 kilogram permen dari enam toko, sebelumnya juga ada temuan 72 kilogram permen dari 12 toko,'' paparnya, Selasa (31/7).

Hasil penelitian lebih jauh menyebutkan, dari sepuluh macam permen yang berhasil diamankan, empat jenis terbukti mengandung formalin dan tujuh tidak terdaftar di BPOM dan Depkes.

Jenis makanan yang mengandung formalin, lanjutnya, masing-masing permen White Rabbit dan manisan Plum. Tujuh jenis permen yang tidak memiliki izin antara lain Hiw Flakes, Tebie Bang, Lixang, Butter Corn.

Tanpa Kemasan

Atiek mengungkapkan pula, selain mengoperasi permen berformalin pihaknya juga meneliti terhadap jenis permen produk China yang dijual tanpa kemasan. Penelitian bertujuan mengetahui bahan-bahan tersebut mengandung zat berbahaya atau tidak. Hasilnya baru bisa diketahui pekan depan.

''Sejauh ini penjual mengaku tidak mengetahui kalau makanannya mengandung bahan berbahaya karena distributor tidak pernah menjelaskan. Jadi, pengecer benar-benar tidak tahu kalau memang bahan-bahan itu ternyata berbahaya bagi kesehatan,'' tandasnya sambil berharap masyarakat segera melaporkan ke BPOM kalau menemui makanan tanpa izin BPOM dan Depkes. (D19-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA